Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah tipis 0,04 persen ke Rp17.988 per dolar AS pada perdagangan Rabu (8/7), dari penutupan sebelumnya Rp17.980 per dolar AS
- Rupiah berpeluang menguat seiring pelemahan dolar AS setelah data non-farm payroll (NFP) AS lebih rendah dari perkiraan
- Penguatan rupiah diperkirakan terbatas karena sentimen investor asing belum pulih, dengan proyeksi pergerakan di kisaran Rp17.900–Rp18.000 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Rabu (8/7/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.988 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah tipis 0,04 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.980 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah diperkirakan memiliki peluang bergerak menguat terhadap dolar AS yang mengalami tekanan setelah data non-farm payroll (NFP) ASlebih lemah dari perkiraan.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolarr AS yang tertekan setelah data pekerjaan AS NFP yang lebih lemah dari perkiraan,” kata Lukman, Rabu, 8 Juli 2026.
Baca juga: Fitch: Risiko Perusahaan Indonesia Meningkat, Pelemahan Rupiah jadi Sorotan
Meski demikian, ruang penguatan rupiah masih akan terbatas mengingat sentimen investor asing tetap mewaspadai perkembangan pasar domestik.
“Namun penguatan akan terbatas mengingat sentimen investor asing terhadap pasar domestik masih belum pulih,” ujarnya.
Baca juga: Ekonom Bank Mandiri: Kebijakan Terpadu Dorong Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG
Dengan kondisi tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)
Editor: Galih Pratama


