Poin Penting
- Rupiah melemah 0,16 persen ke level Rp17.353 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis (30/4/2026), dibandingkan penutupan sebelumnya Rp17.326
- Tekanan terhadap rupiah dipicu kekhawatiran investor atas konflik Timteng, penguatan indeks dolar AS usai sikap hawkish The Fed, serta lonjakan harga minyak akibat isu blokade Selat Hormuz
- Rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Kamis (30/4/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.353 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,16 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.326 per dolar AS
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah diperkirakan kembali mengalami tekanan terhadap dolar AS seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek perdamaian di Timur Tengah (Timteng).
“Rupiah diperkirakan kembali melemah terhadap dolar AS oleh kekhawatiran investor seputar prospek perdamaian di Timteng,” kata Lukman, Kamis 30 April 2026.
Baca juga: Menkeu Purbaya Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Bukan karena Fundamental
Kenaikan indeks dolar AS (DXY) juga didukung oleh hasil pertemuan Federal Open Market Commite (FOMC) yang cenderung bersikap hawkish.
Di sisi lain, harga minyak dunia kembali melonjak setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS akan terus memblokade Selat Hormuz hingga tercapai kesepakatan nuklir.
Baca juga: Geopolitik Memanas, Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar Jadi Alternatif Proteksi Aset
“Harga minyak dunia yang kembali naik setelah Trump mengatakan akan terus memblokade Hormuz hingga ada kesepakatan nuklir,” jelasnya.
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS hari ini,” ujar Lukman. (*)
Editor: Galih Pratama




