Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah 0,18 persen ke Rp17.883 per dolar AS pada perdagangan Selasa (30/6), salah satunya dipicu ketegangan AS-Iran
- Nilai tukar rupiah terkoreksi ke Rp17.883 per dolar AS pada awal perdagangan. Sentimen global dari konflik AS-Iran dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed masih membayangi pergerakan rupiah
- Rupiah melemah ke level Rp17.883 per dolar AS di pembukaan perdagangan hari ini. Pasar juga menantikan rilis neraca perdagangan dan inflasi Indonesia.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Selasa (30/6/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.883 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,18 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.851 per dolar AS.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, meningkatnya eskalasi AS-Iran akhir pekan lalu menimbulkan keraguan atas kesepakatan damai mereka, meskipun kedua pihak dilaporkan berkomitmen untuk melakukan lebih banyak pembicaraan di Qatar minggu ini.
“Kondisi pasokan yang membaik juga menekan harga minyak, karena aliran melalui Selat Hormuz kembali mendekati tingkat sebelum perang pekan lalu. Namun, serangan yang kembali terjadi selama akhir pekan memicu kekhawatiran yang lebih tinggi tentang kerapuhan kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran,” kata Ibrahim, Selasa, 30 Juni 2026.
Baca juga: Purbaya Siapkan Pembiayaan APBN Berbasis Renminbi, Ketergantungan pada Dolar AS Dikurangi
Sementara itu, tambah Ibrahim, beberapa pejabat The Fed mengeluarkan pernyataan yang hawkish, yang memperkirakan satu kenaikan suku bunga pada tahun 2026, dan mengatakan bahwa “inflasi yang meluas” menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga diperlukan.
Dari domestik, pelaku pasar masih menunggu sejumlah indikator ekonomi pada awal Juli 2026, yakni data neraca perdagangan Indonesia serta tingkat inflasi.
Baca juga: Ekonom Bank Mandiri: Kebijakan Terpadu Dorong Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG
“Kedua data tersebut diperkirakan menjadi pertimbangan penting dalam membaca kondisi ekonomi nasional dan arah pergerakan rupiah selanjutnya,” imbuhnya.
Ibrahim memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.860 per dolar AS.
“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp17.800 hingga Rp17.860 per dolar AS hari ini,” pungkas Ibrahim. (*)
Editor: Galih Pratama


