Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah 0,46 persen ke Rp17.942 per dolar AS seiring penguatan indeks dolar AS (DXY) yang mencapai level 101,3, tertinggi sejak April tahun lalu
- Penguatan dolar AS didorong ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed serta meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah aksi jual saham teknologi
- Sentimen juga diperkuat data PMI manufaktur AS yang lebih tinggi dari perkiraan, sementara rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.804–Rp17.885 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Rabu (24/6/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.942 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,46 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.859 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan indeks dolar AS (DXY) naik ke level 101,3, level tertinggi sejak April tahun lalu, memperpanjang penguatannya seiring investor terus memperhitungkan prospek kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini.
Selain itu, mata uang dolar AS juga mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe haven yang dipicu aksi jual saham-saham teknologi.
Baca juga: Jaga Nilai Rupiah, Dasco Ajak Masyarakat Tukarkan Dolar AS
“Sikap hawkish yang disampaikan The Fed pekan lalu mendorong pasar meningkatkan ekspektasi pengetatan moneter, dengan pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 68 persen untuk kenaikan suku bunga pada September, naik dari 29 persen sepekan sebelumnya,” kata Andry, Rabu, 24 Juni 2026.
Sementara itu, dukungan tambahan datang dari data PMI Flash S&P Global yang lebih kuat dari perkiraan, yang menunjukkan aktivitas ekonomi tetap tangguh pada Juni 2026.
Indeks PMI Manufaktur AS versi S&P Global naik menjadi 55,7 pada Juni 2026 dari 55,1 pada Mei, melampaui ekspektasi pasar sebesar 54,8 dan menjadi level tertinggi sejak Mei 2022.
“Investor kini akan mencermati laporan inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) pekan ini yakni indikator inflasi favorit The Fed, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga,” tambahnya.
Baca juga: Skenario Terburuk Rupiah Rp20.000 per Dolar AS, Ekonom Ingatkan Risiko Kontraksi Ekonomi
Dengan kondisi tersebut, Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.804 hingga Rp17.885 per dolar AS hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.804 dan Rp17.885 per dolar AS,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


