Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah di Rp16.903/USD, turun 0,05 persen dari penutupan sebelumnya
- Tekanan dari dolar AS – Penguatan dolar didorong data ekonomi AS kuat dan pernyataan hawkish The Fed
- Ketidakpastian Timur Tengah-Iran menekan rupiah; kisaran hari ini diperkirakan Rp16.850–Rp17.000/USD.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Jumat (20/2/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.903 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,05 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.894 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah berpotensi mengalami tekanan terhadap dolar AS yang kembali menguat.
Lukman menjelaskan penguatan dolar AS tersebut dipicu oleh data-data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan. Selain itu pernyataan hawkish para pejabat The Fed juga menjadi faktor dolar AS kembali menguat.
Baca juga: Rupiah Masih Undervalued, Bos BI Beberkan Penyebabnya
“Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang melanjutkan penguatan oleh data-data ekonomi yang lebih kuat dan pejabat-pejabat The Fed yang kembali memberikan pernyataan hawkish,” ujar Lukman, Jumat, 20 Februari 2026.
Lukman menyatakan, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan Iran juga telah menekan mata uang berisiko seperti rupiah.
Baca juga: BI Catat Rupiah Melemah 0,56 Persen per 18 Februari 2026
“Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah-Iran juga menekan mata uang berisiko seperti rupiah,” tambahnya.
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.850 hingga Rp17.000 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp16.850 hingga Rp17.000 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)
Editor: Galih Pratama










