capital inflow
Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini (5/12) diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatannya, setelah pada perdagangan akhir pekan kemarin laju rupiah ditutup menguat.
Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta mengatakan, penguatan laju rupiah disebabkan oleh faktor domestik dan global. Dia menilai, kondisi tersebut telah mendorong sentimen positif pada pergerakan rupiah.
Dari sisi domestik, kata dia, aksi demonstrasi yang berlangsung damai pada Jumat kemarin (2/12) turut memberikan sentimen positif pada rupiah. Laju rupiah terus menguat cukup tajam pada perdagangan akhir pekan kemarin. (Selanjutnya)
Poin Penting OJK masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar mekanisme pelaksanaan demutualisasi Bursa Efek… Read More
Poin Penting Kadin Indonesia mendorong integrasi Asia Pasifik melalui ABAC Meeting I 2026 untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Maybank AM meluncurkan tiga reksa dana baru—MYMONEY, MYGNETS, dan MYHIDIV—untuk memperluas pilihan investasi… Read More
Poin Penting BTN catat laba konsolidasian Rp3,5 triliun pada 2025, naik 16,4 persen yoy, didorong… Read More
Poin Penting BEI menaikkan porsi saham free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, dengan… Read More
Poin Penting Thomas Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 oleh MA, menggantikan… Read More