Poin Penting
- Tim Ekonom Bank Mandiri memproyeksikan Fed Funds Rate AS bertahan di level 3,75 persen sepanjang 2026, seiring ruang pemangkasan suku bunga yang makin terbatas
- Bank Mandiri menilai pasar dan CME FedWatch kini memperkirakan The Fed tidak lagi memangkas suku bunga, bahkan FFR diprediksi tetap hingga 2027
- Terbatasnya ruang penurunan suku bunga The Fed diperkirakan ikut menahan ruang pemangkasan BI-Rate, yang diproyeksi berada di level 4,75 persen pada 2026 dan 4,50 persen di 2027.
Jakarta – Tim Ekonom Bank Mandiri atau Office of Chief Economist (OCE) Group Bank Mandiri memproyeksikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) atau Fed Funds Rate (FFR) akan bertahan di level 3,75 persen pada 2026.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, pasar sebelumnya memproyeksikan FFR masih memiliki ruang pemangkasan sebanyak satu kali pada tahun ini. Namun, melihat perkembangan yang terjadi pasar maupun CME FedWatch memperkirakan tak ada lagi ruang pemangkasan.
Baca juga: OJK Nilai Tren Penurunan Suku Bunga Kredit Bank Berlanjut
“Kalau kita lihat guidance tahun 2026 itu The Fed masih ada ruang pemangkasan satu kali suku bunga di tahun 2026 ini, namun kalau lihat dari FOMC FedWatch bahkan market memperkirakan tidak ada lagi pemangkasan suku bunga acuan,” ujar Asmo sapaan akarab Andry dalam media briefing, Senin, 11 Mei 2026.
Head of Macroeconomic & Financial Market Research Departemen Bank Mandiri Dian Ayu Yustina menambahkan bahwa konsensus pasar terkait arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed) akan bertahan hingga 2027.
“Fed Fund Rate akan stay hingga tahun 2027, jadi kami melihat ruang penurunan pun semakin terbatas,” kata Dian.
Baca juga: Di Tengah Tekanan Inflasi, Bank Sentral Korea Ancang-Ancang Naikkan Suku Bunga
Sejalan dengan itu, ruang pemangkasan suku bunga acauan Bank Indonesia (BI) atau BI-Rate juga akan lebih terbatas.
Di tahun 2026, BI diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen dan 4,50 persen di 2027. (*)
Editor: Galih Pratama


