Poin Penting
- Bank Sentral Korea memberi sinyal menghentikan pelonggaran kebijakan moneter.
- Inflasi berpotensi melampaui target, sementara pertumbuhan ekonomi tetap solid.
- Keputusan suku bunga akan ditentukan dalam rapat kebijakan 28 Mei 2026.
Jakarta – Bank Sentral Korea memberikan sinyal perubahan arah kebijakan dengan mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada akhir Mei 2026.
Wakil Gubernur Senior Bank Sentral Korea Ryoo Sang-dai mengatakan, kondisi ekonomi saat ini tidak lagi mendukung pelonggaran kebijakan. Ia menilai pertumbuhan ekonomi diperkirakan tidak jauh di bawah 2,0 persen, sementara inflasi justru berpotensi melampaui 2,2 persen.
“Mengingat hal itu, sudah waktunya untuk menghentikan pemangkasan suku bunga dan mulai memikirkan kenaikan suku bunga,” kata Ryoo dinukil laman Reuters, Senin, 4 Mei 2026.
Baca juga: Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di April 2026
Pernyataan tersebut menandai perubahan sikap setelah sebelumnya Bank Sentral Korea memilih bersikap wait and see pada April 2026 dengan mempertahankan suku bunga di tengah ketidakpastian global, terutama akibat konflik di Timur Tengah.
Inflasi jadi Pendorong Utama
Tekanan inflasi yang masih tinggi, meskipun ada intervensi pemerintah seperti pembatasan harga bahan bakar, menjadi faktor utama perubahan kebijakan ini.
Data terbaru menunjukkan ekonomi Korea Selatan tumbuh pada laju tercepat dalam enam tahun terakhir pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya ekspor semikonduktor.
Meski demikian, ketergantungan pada sektor cip dinilai bukan risiko besar. Siklus booming saat ini diperkirakan berlangsung lebih lama dibandingkan periode sebelumnya, serta didukung sektor lain yang semakin beragam.
Baca juga: Indonesia-Korea Selatan Sepakati Investasi Rp173 Triliun, Ini Sektornya
Di sisi lain, nilai tukar won yang berada di level terendah dalam 17 tahun terakhir juga menjadi perhatian. Meski berada di kisaran 1.470–1.480 won per dolar AS, kondisi tersebut dinilai belum mengkhawatirkan.
Menanti Keputusan Rapat Akhir Mei
Diketahui, Bank Sentral Korea dijadwalkan menggelar pertemuan kebijakan pada 28 Mei 2026. Rapat ini menjadi yang pertama bagi Gubernur baru, Shin Hyun-song, yang mulai menjabat pada 21 April 2026.
Adapun, keputusan yang diambil dalam pertemuan tersebut akan menjadi penentu arah kebijakan moneter Korea Selatan ke depan, di tengah tekanan inflasi dan penguatan ekonomi domestik. (*)
Editor: Yulian Saputra




