Acting Sales Director Jobstreet Indonesia, Ethika Santi di Jakarta, Rabu (11/3). (Foto: Steven Widjaja)
Poin Penting
Jakarta – Platform karier Jobstreet by Seek meluncurkan fitur terbaru Basic Talent Search untuk mempermudah perusahaan menemukan kandidat seara lebih proaktif.
Fitur Basic Talent Search dirancang sebagai solusi rekrutmen yang memberikan akses luas bagi perusahaan dari berbagai skala, baik korporasi besar maupun usaha kecil dan menengah (UKM), untuk menemukan kandidat terbaik tanpa batas.
Acting Sales Director Jobstreet Indonesia, Ethika Santi mengatakan, peluncuran fitur tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Jobstreet dalam mendukung kampanye Next Million Jobs yang menargetkan penciptaan satu juta peluang kerja berkualitas di Indonesia.
Ia menilai, di tengah dinamika pasar kerja yang terus berubah, strategi rekrutmen tidak lagi cukup hanya mengandalkan iklan lowongan kerja secara pasif.
“Strategi rekrutmen yang lengkap memerlukan kombinasi antara menarik kandidat secara proaktif dan mencari kandidat pasif, yakni kandidat berkualitas yang tidak sedang melamar, namun terbuka untuk peluang baru,” ujar Ethika saat acara media gathering di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Baca juga: Biar Cepat Kerja, Jobstreet Bocorkan Pengetahuan yang Harus Dimiliki Pelamar
Basic Talent Search adalah solusi strategis bagi perusahaan yang membutuhkan proses rekrutmen cepat, mudah, dan fleksibel tanpa biaya langganan tetap.
Melalui fitur ini, perusahaan dapat mengakses database kandidat yang luas serta mencari talenta yang sesuai dengan kebutuhan secara lebih efektif.
Beberapa keunggulan Basic Talent Search antara lain:
“Dengan Basic Talent Search, kami membuka gerbang ke 50 juta profil kandidat secara gratis. Sehingga, sekarang setiap bisnis, perusahaan besar maupun SME, bisa melakukan rekrutmen secara proaktif dalam mencari kandidat terbaik," sebut Ethika.
Selain meluncurkan Basic Talent Search, Jobstreet by Seek juga merilis fitur profil publik dan verifikasi untuk meningkatkan visibilitas pencari kerja.
Fitur ini memungkinkan kandidat menampilkan informasi profil secara lebih lengkap, seperti pengalaman kerja, pendidikan, kualifikasi dan sertifikat, keterampilan, ekspektasi gaji, preferensi pekerjaan, hingga pratinjau CV.
Baca juga: Survei Jobstreet: Pekerja Indonesia Paling Bahagia di Asia Pasifik
Menurut Ethika, pengaturan profil menjadi publik dapat meningkatkan peluang kandidat dilirik perusahaan.
Data Jobstreet menunjukkan bahwa profil publik memiliki peluang 2,5 kali lebih besar untuk ditemukan oleh rekruter.
“Namun, visibilitas saja tidak cukup. Mengunggah foto profil yang profesional sangatlah krusial agar profil menjadi lebih menonjol dan membangun kepercayaan rekruter sejak pandangan pertama,” imbuh Ethika.
Ke depan, Jobstreet juga berencana membuat profil kandidat di platformnya dapat muncul dalam hasil pencarian Google, sehingga peluang pencari kerja ditemukan oleh perusahaan semakin besar.
Meski demikian, Jobstreet menegaskan bahwa privasi dan keamanan pengguna tetap menjadi prioritas. Kandidat dapat mengatur tingkat visibilitas data melalui empat opsi privasi, yakni Publik, Standar, Terbatas, dan Tersembunyi.
Ethika berharap kehadiran dua fitur baru tersebut dapat mendorong pertumbuhan pengguna Jobstreet di Indonesia.
Pada 2025, platform tersebut mencatat pertumbuhan pengguna lebih dari 10 persen, baik dari sisi pelamar kerja maupun mitra perusahaan.
Baca juga: Ramai Hastag KaburAjaDulu, Begini Tanggapan Jobstreet
Ia juga menyebut jumlah pengguna Jobstreet di Indonesia kini telah mencapai sekitar 20 juta, meningkat dari sebelumnya yang masih belasan juta pengguna.
“Jika pengguna saja kan beberapa bulan lalu masih belasan juta. Sekarang sudah 20 juta (di Indonesia). Untuk jumlah iklan lowongan sendiri tahun lalu kita sudah reach 1 juta iklan alias one million jobs. Targetnya pasti kita very aggressive ke depan,” tandasnya. (*) Steven Widjaja
Page: 1 2
Poin Penting Komisi XI DPR menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK periode 2026–2031 setelah… Read More
Poin Penting Komisi XI DPR RI menetapkan lima anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 setelah… Read More
Poin Penting Bank Aladin Syariah menargetkan pertumbuhan 9-11 persen pada 2026 dengan memperkuat layanan digital… Read More
Poin Penting BNI membuka layanan terbatas di 23 outlet pada 20 Maret 2026 dan 32… Read More
Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) menyelenggarakan acara buka bersama yang dihadiri oleh anggota sekaligus… Read More
Poin Penting Komisi XI DPR RI menetapkan lima anggota DK OJK 2026–2031, dengan Friderica Widyasari… Read More