Surabaya–Bank Indonesia (BI) mengaku, sampai saat ini pertumbuhan industri manufaktur Indonesia selalu di bawah angka pertumbuhan ekonomi secara nasional (PDB). Berbeda jika dibandingkan pada tahun 1990-an.
Sebagai informasi, pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia sampai dengan kuartal III-2016 hanya sebesar 4,6%, dengan memiliki kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang hanya tercatat 19%. (Baca juga: Manufaktur Dipercaya Dorong RI Keluar dari Middle Income Trap)
Kendati demikian, menurut Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Yoga Affandi, masih ada kesempatan bagi Indonesia untuk kembali membangkitkan industri manufaktur demi keluar dari middle income trap yang membayangi Indonesia. (Selanjutnya: Keuntungan bonus demografi)
Page: 1 2
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More