“Bonus demografi yang dimiliki Indonesia ini kita perkirakan akan mulai habis sekitar tahun 2030, jadi kita masih ada waktu 15 tahun untuk melakukan ini, itu saya pikir masih cukup,” ujarnya di Surabaya, Kamis, 24 November 2016.
Dia mengatakan, industri manufaktur harus didorong agar nantinya dapat mendorong perekonomian nasional dan juga membawa Indonesia keluar dari jebakan kelompok negara berpenghasilan menengah (middle income trap).
”Karena dengan industri manufaktur itu akan banyak menyerap tenaga kerja, jadi kesejahteraan masyarakat meningkat, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih berkualitas,” ucapnya.
Dia mengungkapkan, Indonesia sebenarnya adalah negara yang memiliki sumber pertumbuhan dari industri manufaktur, bukan dari industri pertambangan. Namun, saat terjadi comodity booming, industri manufaktur sedikit terlupakan. (*)
(Baca juga: Ini 4 Tantangan Kawasan Asia Menurut IMF)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Investor asing melakukan net sell besar pada saham bank jumbo, dipimpin BBCA Rp400,11… Read More
Poin Penting Bank Indonesia mencatat kredit perbankan tumbuh 9,37 persen (yoy) pada Februari 2026, sedikit… Read More
Poin Penting One way mudik 2026 secara nasional direncanakan berlaku pada 18 Maret 2026 pukul… Read More
Poin Penting Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,1 persen dari sebelumnya… Read More
Poin Penting Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75 persen pada Maret 2026, dengan suku… Read More
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi InfoBank Media Group ASING, Aseng dan Asep. Bank milik… Read More