Jakarta–Bank Indonesia (BI) menilai dunia internasional kembali mengakui ketahanan perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian perekonomian dan keuangan global.
Hal tersebut tercermin dari hasil Outlook Sovereign Credit Rating Indonesia dari Stable menjadi Positive, dan mengafirmasi rating pada BBB- (Investment Grade) yang diberikan lembaga pemeringkat Rating and Investment Information, Inc (R&I).
Baca juga: Investasi Dorong Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di 2017
R&I menyatakan terdapat dua faktor yang mendukung perbaikan outlook Sovereign Credit Rating Indonesia. Pertama, pengelolaan kebijakan moneter dan fiskal yang berfokus kepada stabilitas makroekonomi. Hal ini memberikan dampak pada perbaikan posisi eksternal, yaitu menurunnya defisit transaksi berjalan, meningkatnya cadangan devisa, dan relatif terjaganya pertumbuhan utang luar negeri swasta, serta terpeliharanya postur fiskal yang ditunjukkan oleh defisit fiskal yang terkendali dan utang Pemerintah yang rendah. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Kedua, komitmen Pemerintah yang kuat dalam mengimplementasikan reformasi struktural. Ini tercermin dari perkembangan deregulasi kebijakan yang dilakukan dalam rangka perbaikan iklim investasi. Sebagai informasi, R&I sebelumnya mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB-/stable outlook pada tanggal 4 April 2016.
Baca juga: OJK Klaim Kebijakan Pemerintah Berhasil Atasi Gejolak
Seperti dikutip dari laman BI, di Jakarta, Kamis, 6 April 2017 menyebutkan, pencapaian positif ini merupakan hasil dari sinergi kebijakan yang harmonis antara bank sentral dengan Pemerintah yang telah mampu menjaga stabilitas makroekonomi dengan tetap mendorong momentum pertumbuhan ekonomi yang positif.
“Bank Indonesia akan terus melakukan penguatan koordinasi bersama Pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong percepatan reformasi struktural guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan,” ujar Gubernur BI, Agus DW Martowardojo. (*)
Editor: Paulus Yoga


