Masyarakat merayakan kesepakatan gencatan senjata di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan pada 15 Januari 2025. (Foto: AFP)
Jakarta – Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat menegaskan, pemindahan penduduk Palestina yang terjajah ke wilayah lain, seperti Indonesia, bukanlah solusi yang tepat. Langkah tersebut justru dinilai hanya akan memperkuat pendudukan ilegal Israel di wilayah Palestina.
”Justru yang harus dipindahkan itu kan yang melakukan keonaran. Yang melakukan genosida. Yang melakukan perampasan. Kalau itu yang terjadi berarti kan ini taktik untuk mengosongkan Gaza kemudian menguasainya,” ujar Syahrul dalam keterangan resmi, dikutip, Rabu, 22 Januari 2025.
Politisi PKS ini menambahkan, kesadaran global terhadap isu kemanusiaan di Palestina telah meningkat signifikan, salah satunya berkat peran media sosial. Menurutnya, dukungan terhadap Palestina kini telah menjadi isu universal yang melampaui sekadar isu agama.
Baca juga: Israel Berencana Gunakan Pajak Palestina USD544 Juta untuk Bayar Utang Listrik
”Mudah-mudahan mata dunia semakin terbuka. Kalau kita lihat di negara Eropa, Amerika sendiri rakyatnya itu sudah memberikan dukungan kepada Palestina. Tinggal pemerintah (Indonesia). Mudah-mudahan ya tinggal waktu lah. Kita lihat kesadaran (kemerdekaan Palestina) itu semakin maju. Kesadaran masyarakat dunia. Kalau dulu yang menyuarakan itu terbatas orang, terbatas negara. Kalau sekarang kita lihat luar biasa,” kata wakil rakyat dari Dapil Riau ini.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dengan tegas menyampaikan penolakannya terhadap wacana relokasi sementara dua juta penduduk Gaza ke Indonesia, yang sempat muncul sebelum Donald Trump resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).
Dalam pernyataan resminya melalui akun media sosial X, @Kemlu_RI, Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa segala upaya untuk memindahkan warga Gaza tidak dapat diterima.
“Pemerintah RI tidak pernah memperoleh informasi apapun, dari siapapun, maupun rencana apapun terkait relokasi sebagian dari 2 juta penduduk Gaza ke Indonesia sebagai salah satu bagian dari upaya rekonstruksi pasca-konflik,” tulis akun resmi tersebut.
Baca juga: Donald Trump Disebut Ingin Relokasi 2 Juta Warga Gaza ke Indonesia, Ini Kata Kemlu
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan wacana merelokasi warga Gaza ke sejumlah negara, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari rekonstruksi pascaperang.
Menurut laporan media Yahudi, Time of Israel, yang dikutip NBC News, tim transisi Donald Trump-JD Vance sedang mengkaji rencana tersebut. Namun, laporan tersebut tidak merinci alasan mengapa Indonesia disebut sebagai salah satu lokasi potensial untuk rencana tersebut.
Selain itu, NBC News menyebutkan bahwa utusan Timur Tengah, Steve Witkoff, sedang mempertimbangkan kunjungan ke Gaza untuk memahami dinamika lapangan dan memperkuat kesepakatan gencatan senjata yang baru disepakati pada Minggu, 19 Januari 2025. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol menggunakan satu kartu e-Toll yang sama saat… Read More