Menanggapi rencana IPO sendiri, Anton mengungkapkan, bahwa pihak Reliance Group siap mendukung rencana tersebut.
“Kami masih punya peluang untuk menambah porsi kepemilkan saham di Bank Kesejahteraan Ekonomi itu sebesar 40%. Kalau dia mau IPO, Rights Issue, atau apapun itu, kami siap suntik dana guna mendukung peningkatan modalnya,” tegasnya.
Anton pun mengaku, pihak Reliance Group telah menyiapkan dana sekitar Rp400 miliar sampai Rp500 miliar untuk mendukung rencana Bank Kesejahteraan guna meningkatkan permodalan. “Kami sudah siapkan dana sekitar Rp400 miliar – Rp500 miliar,” imbuhnya. (*) Dwitya Putra
(Baca juga: Kinerja Saham Bank Januari 2017 Penuh Tantangan)
Poin Penting Nilai transaksi kripto Februari 2026 tercatat Rp24,33 triliun, turun dari Januari Rp29,28 triliun,… Read More
Poin Penting Perkuat transformasi digital, Askrindo meluncurkan Fintracs dan Ask-Scoring untuk integrasi proses bisnis serta… Read More
Poin Penting: Pemerintah memastikan BBM subsidi tidak naik hingga akhir 2026 meski harga minyak dunia… Read More
Poin Penting: Jusuf Kalla melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Bareskrim Polri terkait tudingan mendanai… Read More
Poin Penting: Mendiktisaintek meminta kampus menerapkan WFH satu hari per pekan bagi dosen dan tenaga… Read More
Poin Penting OJK menilai eskalasi konflik AS–Iran berpotensi menekan industri perbankan Indonesia, terutama pada sektor… Read More
View Comments
bagus jika makin besar, jadi akan mengalami pertumbuhan yang baik