Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Kesejahteraan memang berencana meningkatkan permodalan guna memperluas bisnisnya di masa mendatang. Peningkatan modal salah satunya dilakukan dengan cara penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada 2017 atau awal 2018.
Adapun dana yang dincar dalam aksi korporasinya di pasar modal tersebut sekitar Rp500 miliar hingga Rp600 miliar.
(Baca juga: Ini Penjelasan LPS Soal Pungutan Restrukturisasi Perbankan)
“Kami ingin masuk ke dalam BUKU II yaitu bank bermodal inti Rp1-5 triliun setelah IPO. Kami melakukan IPO karena ingin menjadi perusahaan yang terbuka dan transparan di samping mendapatkan modal,” kata Direktur Utama Bank Kesejahteraan, Sasmaya saat itu. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Krom Bank mencatat laba Rp143 miliar pada 2025, naik 16 persen yoy dari… Read More
Poin Penting: Pemerintah mengalihkan impor LPG dari Timur Tengah ke AS dan Australia untuk menjaga… Read More
Poin Penting OCTO Biz telah menjangkau lebih dari 21.000 nasabah perusahaan, dengan pertumbuhan rata-rata sekitar… Read More
Poin Penting: BI memproyeksikan permintaan rumah di Balikpapan meningkat pada 2026 seiring kelanjutan pembangunan IKN.… Read More
Poin Penting Momentum HUT ke-55 dimanfaatkan Askrindo untuk memperkuat peran dalam inklusi keuangan, dengan fokus… Read More
Poin Penting RUPST CNAF menyetujui pembagian dividen tunai Rp129 miliar, 40 persen laba bersih 2025… Read More
View Comments
bagus jika makin besar, jadi akan mengalami pertumbuhan yang baik