Analisis

Regulasi Biaya Isi Ulang Uang Elektronik, BI Justru Melindungi Konsumen

Empat, tarif yang dikenakan kepada konsumen sejatinya cukup rendah hanya Rp1.500-Rp 2.000. Angka ini relatif rendah dibandingkan dengan tarif liar yang sudah berlaku di pasar saat ini.

Lima, Bank Indonesia mendorong less cash society dengan perhitungan — bahwa bank-bank akan membangun infrastruktur pengisian top up yang tidak hanya di pintu-pintu tol, tapi ke pelosok Tanah Air sehingga virus less cash society terbangun.

Enam, dengan adanya less cash society atau adanya uang elektronik efisiensi ekonomi tercipta, Bank Indonesia tidak perlu mencetak banyak-banyak uang kertas dan logam yang biayanya relatif besar. Dan, adanya uang elektronik ini pemborosan ekonomi dapat dikurangi. Sepertinya pengenaan biaya ini anti-less cash society tapi sebenarnya justru mendorong masyarakat tanpa uang tunai — karena tarif lebih murah dibandingkan tarif yang berlaku sekarang.

Baca juga: Biaya Isi Ulang e-Money Dinilai Wajar

Akhirnya, Bank Indonesia tidak perlu ragu lagi memberlakukan biaya top up uang elektonik. Apalagi, e-money ini adalah produk bank, mengapa pihak lain yang dapat manfaat. Bisa jadi kebijakan ini juga dalam rangka melindungi perbankan dari gempuran fintech yang terus agresif.

Untuk itu, laporan dari salah satu pihak ke Ombudsman atau ke Presiden perlu dikaji lebih dalam dan dingin, karena kebijakan BI ini akan menurunkan tarif lebih murah yang selama ini digambarkan akan menjadi beban baru bagi masyarakat. Justru aturan ini akan mengurangi dan melindungi konsumen. Bukan memberatkan masyarakat karena lebih murah dengan manfaat yang lebih besar.

Semoga kegaduhan soal biaya top up uang elektronik ini tak lagi riuh sehingga menutup perkara sakitnya Setyo Novanto dalam kaitan pemeriksaan oleh KPK. (*)

Page: 1 2

Paulus Yoga

Recent Posts

OJK Siapkan Aturan Baru RBB, Begini Respons Purbaya

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More

13 hours ago

Melangkah Menuju KBMI 2, Bank BPD Bali Catatkan Kinerja Positif di Triwulan I 2026

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat modal inti Rp5,7 triliun dan menargetkan naik kelas ke… Read More

14 hours ago

Tak Sepakat Putusan KPPU, Pindar Adapundi Ajukan Banding

Poin Penting Adapundi menolak putusan KPPU karena dinilai tidak mencerminkan kondisi dan regulasi industri fintech… Read More

16 hours ago

ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab

PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More

17 hours ago

Ma’ruf Amin: Hijrah Finansial jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah Nasional

Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More

17 hours ago

Kinerja 2025 Ciamik, Saham BBCA Diproyeksi Kembali Menguat

Poin Penting Saham BBCA turun sekitar 19 perse ytd, sejalan pelemahan IHSG, namun dinilai sebagai… Read More

17 hours ago