Market Update

Reformasi Pasar Modal RI Dapat Dukungan AEI, Ini Harapannya

Poin Penting

  • AEI mendukung penuh agenda reformasi pasar modal pemerintah untuk memperkuat struktur, kredibilitas, dan pendalaman pasar secara berkelanjutan.
  • Reformasi perlu dilakukan bertahap dan dialogis, dengan masa transisi serta fleksibilitas kebijakan agar tidak mengganggu stabilitas pasar dan kesiapan emiten.
  • AEI siap menjadi mitra strategis pemerintah dan regulator untuk memastikan reformasi meningkatkan kualitas tata kelola, likuiditas, dan daya saing pasar modal nasional.

Jakarta – Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menyatakan dukungannya terhadap kebijakan dan langkah strategis pemerintah dalam mereformasi pasar modal nasional.

Reformasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat struktur pasar, meningkatkan kredibilitas, serta mendorong pendalaman pasar modal Indonesia secara berkelanjutan.

Ketua Umum AEI, Armand Wahyudi Hartono, mengatakan AEI mendukung penuh agenda reformasi pasar modal pemerintah. Dari sisi emiten, reformasi dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pasar selama dilakukan secara proporsional, dialogis, dan berorientasi jangka panjang. 

“AEI siap menjadi mitra strategis dan siap mendukung pemerintah dan regulator dalam memastikan kebijakan berjalan efektif serta sejalan dengan kondisi riil emiten,” kata Armand dalam keterangan resmi dikutip, Senin, 2 Februari 2026.

Baca juga: Demutualisasi Bursa Efek Indonesia, Kudeta “Tak Berdarah” Tiga Komisioner OJK Mundur Terhormat
Baca juga: Trading Halt BEI, Airlangga Dorong Reformasi Regulasi Pasar Modal

Sebagai representasi emiten, AEI pada prinsipnya mendukung arah reformasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pasar. Penguatan free float, transparansi kepemilikan, serta pendalaman likuiditas menjadi prasyarat agar pasar modal Indonesia semakin kredibel dan kompetitif di kancah global.

Pendekatan Bertahap dan Insentif Jadi Kunci

AEI menilai reformasi pasar modal perlu mempertimbangkan tingkat kesiapan perusahaan yang beragam. Pendekatan bertahap dengan masa transisi yang memadai serta fleksibilitas kebijakan dinilai penting agar proses penyesuaian berjalan sehat tanpa mengganggu stabilitas pasar.

Selain itu, reformasi diharapkan tidak hanya menambah kewajiban kepatuhan, tetapi juga menghadirkan insentif yang mendorong peningkatan tata kelola dan keterbukaan perusahaan.

Dengan pendekatan tersebut, reformasi diyakini mampu membangun pasar modal yang likuid, adil, dan berkelanjutan, berbasis fundamental perusahaan, serta tidak semata berorientasi pada pemenuhan indikator global.

Baca juga: AEI Sampaikan 7 Desakan Ekonomi ke Pemerintah, Ini Daftar Tuntutannya

Adapun AEI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra dialog antara pemerintah, regulator, emiten, dan pemangku kepentingan lainnya. Upaya ini dilakukan agar reformasi pasar modal tidak hanya meningkatkan persepsi global, tetapi juga memperkuat fondasi dunia usaha nasional. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Neraca Perdagangan RI Surplus USD2,51 Miliar di Akhir 2025

Poin Penting Neraca perdagangan Indonesia Desember 2025 mencatat surplus USD2,51 miliar, memperpanjang rekor surplus menjadi… Read More

29 mins ago

BPS Catat Impor RI Naik 2,83 Persen Jadi USD241,86 Miliar Sepanjang 2025

Poin Penting BPS mencatat impor Indonesia Januari-Desember 2025 naik 2,83% menjadi USD241,86 miliar. Impor barang… Read More

60 mins ago

Sssst… Ini Cerita Mengapa Prabowo Ingin Habisi Direksi Himbara

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto berencana mengganti direksi bank-bank Himbara yang dinilai tidak bekerja maksimal… Read More

2 hours ago

BPS: Ekspor Indonesia Naik 6,15 Persen Sepanjang 2025

Poin Penting Ekspor Indonesia sepanjang 2025 naik 6,15 persen menjadi USD282,91 miliar, dengan industri pengolahan… Read More

2 hours ago

Ancaman Krisis dan Bank Kecil Mana Bakal Dilahap Asing?

Oleh Karnoto Mohamad, Wakil Pemimpin Redaksi Infobank DALAM Kalender Tiongkok, masyarakat memasuki Tahun Shio Kuda… Read More

2 hours ago

BSI Luncurkan Hasanah Card Contactless, Bidik 100 Ribu Nasabah Baru

Poin Penting BSI meluncurkan Hasanah Card Contactless bekerja sama dengan Mastercard dan menargetkan 100 ribu… Read More

2 hours ago