Ilustrasi: Gedung kantor BCA/istimewa
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mampu menyalurkan total kredit Rp922 triliun sepanjang 2024, atau tumbuh 13,8 persen secara tahunan (yoy). Sebanyak 24,8 persen dari total portofolio kredit, disalurkan pada pembiayaan ke sektor-sektor berkelanjutan.
Per Desember 2024, penyaluran kredit berkelanjutan BCA tumbuh 12,5 persen yoy menjadi Rp229 triliun. Capaian penyaluran kredit berkelanjutan itu salah satunya ditopang oleh kredit kendaraan bermotor listrik yang naik 84,2 persen secara yoy mencapai Rp2,3 triliun.
Selain itu, BCA juga menyalurkan pinjaman terkait keberlanjutan atau Sustainability Linked Loan (SLL) mencapai Rp1 triliun, nilainya naik tiga kali lipat secara tahunan.
Baca juga: BCA Raih Kredit Rp922 Triliun di 2024, Tumbuh 13,8 Persen
Presiden Direktur BBCA, Jahja Setiaatmadja, menyatakan bahwa, Perseroan terus berkomitmen untuk memperkuat dalam penerapan nilai-nilai environmental, social, and governance (ESG). Salah satunya melalui perhitungan jejak karbon yang dihasilkan dari seluruh kegiatan operasional sepanjang tahun.
BCA diestimasikan mengurangi emisi sekitar 4.216 ton CO2 melalui pengolahan 593 ton limbah operasional, digital banking, hingga implementasi gedung ramah lingkungan di sepanjang 2024.
Baca juga: Top! Laba Bersih BCA Tumbuh 12,7 Persen jadi Rp54,8 Triliun di 2024
“Komitmen BCA dalam mengimplementasikan gedung ramah lingkungan terbukti dari perolehan sertifikat Green Mark Super Low Energy oleh Wisma BCA Foresta, yang diberikan Building and Construction Authority Singapore,” ucap Jahja dalam Konferensi Pers di Jakarta, 23 Januari 2025.
BCA juga berkomitmen dalam menciptakan nilai dan manfaat bagi lingkungan yang tercermin dari beberapa kegiatan yang dilakukan, antara lain, Bakti BCA melakukan penanaman 51.500 lebih pohon di berbagai daerah, melepaskan 15.000 lebih tukik, dan melakukan perbaikan empat pulau buatan untuk orang utan di Kalimantan. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More