News Update

Realisasi Investasi di 2016 Capai Rp612,8 triliun

Jakarta–Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatatat realisasi investasi mencapai Rp159,4 triliun di kuartal IV-2016. Dengan raihan tersebut, secara akumulatif tahun 2016 (Januari-Desember) realisasi investasi mencapai Rp612,8 triliun.

(Baca juga: Investasi Dorong Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di 2017)

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, realisasi investasi tahun ini lebih dari target yang ditetapkan sebesar Rp594,8 triliun atau telah menembus 103 persen. Sementara, realisasi tahun 2015 yakni Rp545,4 triliun.

Jumlah itu terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp216,2 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp396,6 triliun. Sementara di 2015, PMDN sebesar Rp179,5 triliun dan PMA Rp365,9 triliun. (Bersambung ke halaman berikutnya)

Page: 1 2

Dwitya Putra

Recent Posts

BTN Bidik Bisnis Wealth Management Tumbuh 15 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More

4 hours ago

KISI Sekuritas Siap Bawa 7-8 Perusahaan IPO 2026, Ada yang Beraset Rp3 Triliun

Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More

5 hours ago

Premi AXA Mandiri Sentuh Rp10 Triliun di 2025, Unitlink Jadi Tulang Punggung

Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More

7 hours ago

BI Rate Turun, Amar Bank Jaga Bunga Deposito Tetap Menarik

Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More

8 hours ago

Bos Amar Bank: Lawan Serangan Siber Seperti “Tom and Jerry”

Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More

8 hours ago

KEK Industropolis Batang Gandeng JPEN Kembangkan EBT 180 MW

Poin Penting PT Kawasan Industri Terpadu Batang menjalin kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi… Read More

8 hours ago