Poin Penting
Jakarta – Kementerian Keuangan melaporkan realisasi belanja pemerintah pusat hingga per Januari 2026 sudah mencapai Rp131,9 triliun atau 4,2 persen dari pagu APBN 2026 yang senilai Rp3.149,7 triliun.
“Total realisasi dari belanja pemerintah pusat adalah Januari 2026 ini Rp131,9 triliun. Ini 53,3 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp86 triliun,” kata Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan, dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin, 23 Februari 2026.
Suahasil mengatakan, realisasi belanja tersebut merupakan percepatan belanja yang dilakukan oleh seluruh pemerintah pusat, terutama kementerian dan lembaga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat melalui APBN.
Baca juga: Efisiensi Anggaran Kementerian/Lembaga Bakal jadi Acuan Penyusunan ABPN 2026
Suahasil merinci, untuk realisasi belanja K/L sebesar Rp55,8 triliun atau 3,7 persen dari pagu APBN 2026. Kata Suahasil, belanja K/L salah satunya dimanfaatkan untuk belanja bantuan sosial sebesar Rp9,5 triliun, atau dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp4,1 triliun.
“Ini yang kita yakini akan memberikan dampak kepada kontribusi kepada growth terutama melalui konsumsi rumah tangga,” ungkapnya.
Sementara itu, belanja non-K/L sudah terealisasi mencapai Rp76,1 triliun atau 4,6 persen dari pagu APBN 2026 yang digunakan untuk pembayaran manfaat pensiun dan pembayaran utang tepat waktu.
Baca juga: APBN Januari 2026 Defisit Rp54,6 Triliun, Purbaya Klaim Masih Terkendali
Secara keseluruhan, realisasi belanja negara per Januari 2026 sebesar Rp227,3 triliun atau 5,9 persen dari pagu APBN 2026, tumbuh 25,7 persen yoy.
Hal tersebut menunjukkan akselerasi belanja pemerintah sejak awal tahun, khususnya untuk mendukung program prioritas pemerintah, menjaga daya beli, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2026. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More