News Update

Realisasi Anggaran PEN untuk Korporasi Masih Nihil

Jakarta – Realisasi anggaran program pmulihan ekonomi nasional (PEN) untuk pembiayaan korporasi masih Rp0 alias belum tersalurkan sama sekali hingga September 2020. Padahal pemerintah sudah mengalokasikan dana hingga Rp53,60 triliun.

Sekretaris Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Raden Pardede mengatakan nihilnya realisasi anggaran PEN untuk korporasi terhambat oleh regulasi. Meski demikian dirinya yakin itu akan diselesaikan dalam waktu dekat.

“Hambatannya itu mudah tapi susah. Hanya di Kemenkeu dan Menhukam. Itu akan di selesaikan dalam waktu dekat ini. Jadi persoalan regulasi saja,” ujarnya dalam video conference, di Jakarta, Selasa, 22 September 2020.

Dirinya juga menjelaskan dana tersebut sebagian besar akan digunakan untuk program BUMN baik itu untuk penyertaan modal negara (PMN) atau pun pinjaman investasi untuk BUMN. “Jadi program PMN kepada Krakatau Steel atau pinjaman talangan kepada Garuda itu masuk kepada program itu semua,” ucapnya.

Selain itu Pardede menyebut sebanyak Rp3,7 triliun sampai Rp3,8 triliun akan digunakan untuk biaya program penjaminan kredit kepada dunia usaha. “Sehingga resiko daripada bank akan berkurang karena sudah dilakukan penjaminan melalui asuransi itu,” paparnya. (*) Dicky F Maulana

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

10 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

10 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

11 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

11 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

11 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

12 hours ago