Moneter dan Fiskal

RDG Juli 2025: BI Diramal Belum Turunkan Suku Bunga

Jakarta – Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memprediksi Bank Indonesia (BI) masih akan menahan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Juli 2025 di level 5,5 persen.

“Proyeksi suku bunga acuan BI masih akan ditahan di level 5,5 persen pada RDG Juli 2025,” ujar David saat dihubungi Infobanknews, Selasa, 15 Juli 2025.

Baca juga: Bos BI Beri Sinyal Kembali Pangkas Suku Bunga Acuan

David menjelaskan bahwa proyeksi tersebut mempertimbangkan sejumlah faktor, terutama ketidakpastian terkait kebijakan tarif impor dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terhadap Indonesia.

“Masih ada ketidakpastian tarif Trump yang ditunda deadline-nya ke awal Agustus yang bisa mendorong volatilitasi di pasar finansial,” kata David.

Baca juga: Sambil Nego Tarif Trump, Indonesia Kejar Kesepakatan IEU-CEPA

Meski demikian, David menilai, masih terdapat ruang untuk pemotongan suku bunga acuan dengan pertimbangan indikator-indikator perekonomian domestik yang melambat.

“Dari segi pertimbangan indikator-indikator ekonomi domestik yang melambat memang ada ruang untuk pemotongan suku bunga,” pungkasnya.

Baca juga: BI Prediksi Efek Penurunan BI Rate ke Ekonomi Butuh 1,5 Tahun, Ini Sebabnya

Seperti diketahui, selama tahun 2025 BI telah memangkas suku bunga acuan sebanyak satu kali yaitu, pada Mei 2025 sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5 persen dari sebelumnya 5,75 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

56 mins ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

1 hour ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

1 hour ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

12 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

12 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

13 hours ago