Tips & Trick

Rawat Mesin Industri Dengan 5 Cara Berikut dan Jangan Lupa Asuransi

Jakarta – Pada setiap perusahaan, mesin-mesin produksi yang terus bekerja siang malam tentu tidak ternilai harganya. Kerusakan pada mesin tersebut dapat menimbulkan kerugian yang besar bagi perusahaan dan industri itu sendiri. Maka dari itu, langkah pencegahan serta perawatan perlu dilakukan agar mesin produksi tetap awet dan tahan lama. Bagaimana caranya? Simak ulasan berikut. 

1. Buat catatan penggunaan mesin

Aktivitas penggunaan mesin produksi perusahaan anda perlu selalu dipantau. Tujuannya agar penggunaan mesin sendiri tidak melebihi batas yang sudah ditentukan. Untuk itu, anda bisa membuat logbook penggunaan  atau catatan digital lainnya untuk mengecek jam aktif mesin produksi. 

Selain itu, anda juga dapat mengidentifikasi lebih awal permasalahan teknis yang muncul melalui logbook tersebut. Dengan demikian, kerusakan mesin produksi dapat dicegah sejak dini.

2. Lakukan pemeriksaan komponen rutin

Agar mesin produksi selalu bekerja dengan lancar, pastikan anda selalu memeriksa komponen-komponen mesin produksi secara rutin. Pengecekan secara berkala akan mampu mengurangi risiko kerusakan mesin. Segera ganti komponen mesin yang sudah tua dan usang agar kerusakan pada satu komponen tidak menyebar ke bagian lain. Dengan demikian, mesin produksi anda akan semakin awet dan terawat

3. Rajin lumasi mesin dan jaga kebersihan

Korosi akibat air dan udara sering kali menjadi penyebab utama dalam kerusakan mesin produksi. Untuk itu, pastikan anda melumasi bagian-bagian mesin yang memerlukan perlindungan dari korosi. Selain itu, kebersihan di daerah sekitar mesin juga berkontribusi pada pemakaian mesin produksi. Untuk itu, jagalah kebersihan dan hindarkan mesin produksi anda dari debu-debu yang bisa menempel dan mempengaruhi kinerja mesin. 

4. Lindungi peralatan selama penyimpanan

Jika mesin produksi sedang tidak aktif, pastikan anda memberi perlindungan atau penutup mesin di setiap bagian. Tujuannya adalah untuk menghindari air dan korosi yang bisa terjadi selama alat produksi tidak aktif. Selain itu, pastikan anda juga memeriksa korosi yang timbul jika hendak menggunakan mesin produksi kembali.

5. Asuransikan mesin produksi

Kemudian, pastikan anda mengasuransikan mesin produksi perusahaan. Layaknya payung sebelum hujan, asuransi akan memberikan anda rasa aman dan meminimalisir kerugian yang timbul apabila terjadi kerusakan pada mesin produksi. Jika belum memilikinya, anda bisa memilih perlindungan asuransi dari Tugu Insurance. 

Tugu Insurance memiliki produk Asuransi Korporasi yang menjamin Risiko Kerusakan Harta Benda, Kerusakan Mesin, Dan Gangguan Bisnis. Asuransi ini akan menjamin kerugian anda jika terjadi kerusakan fisik yang tiba-tiba, tidak terduga dan tidak disengaja terhadap mesin yang dijamin selama periode asuransi. 

Dengan perluasan asuransi, Tugu Insurance juga akan memberikan perlindungan pada kerusakan properti dan gangguan usaha. Bersama asuransi dari Tugu Insurance perlindungan korporasi anda akan lengkap dan tidak perlu khawatir. 

Lalu, tunggu apa lagi? Segera lindungi usaha dan mesin produksi anda dengan Asuransi Resiko Kerusakan Harta Benda, Kerusakan Mesin, dan Gangguan Bisnis dari Tugu Insurance. (*) Evan Yulian Philaret

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Dorongan Konsolidasi Menguat, Bank KBMI 1 Masih Bertaji

Poin Penting KBMI 1 mencakup 59 bank atau 56 persen bank umum nasional. Meski aset… Read More

18 mins ago

Resmi Jadi Persero, BSI Perkuat Peran Sebagai Bank Emas

Poin Penting BSI resmi berstatus Persero sejak 23 Januari 2026 dan menegaskan fokus penguatan bisnis… Read More

29 mins ago

Bursa Kripto CFX Pangkas Biaya Transaksi 50 Persen Demi Daya Saing Industri

Poin Penting CFX pangkas biaya transaksi hingga 50% untuk meningkatkan daya saing kripto nasional. Biaya… Read More

30 mins ago

OJK Tegaskan Implementasi Demutualisasi BEI Masih Tunggu PP

Poin Penting OJK menegaskan pelaksanaan demutualisasi bursa efek baru dapat dilakukan setelah pemerintah menerbitkan Peraturan… Read More

60 mins ago

Jeffrey Hendrik Resmi Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI

Poin Penting Jeffrey Hendrik ditunjuk sebagai Pjs Dirut BEI, menggantikan Iman Rachman, namun peresmiannya masih… Read More

1 hour ago

Pembiayaan Berkelanjutan BNI Tembus Rp197 Triliun di 2025

Poin Penting Portofolio pembiayaan berkelanjutan BNI pada 2025 mencapai Rp197 triliun atau 22 persen dari… Read More

3 hours ago