News Update

Ratusan Ojol Gelar Aksi di Patung Kuda, Berikut Isi Tuntutannya

Jakarta – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Unit Reaksi Cepat (URC Bergerak) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Kamis, 17 Juli 2025.

Aksi ini dilakukan untuk menyuarakan tiga tuntutan utama yang dianggap krusial bagi keberlangsungan hidup para pengemudi.

Baca juga: Perang Tarif Ojek Online, Gojek Bilang Gini

Tolak Status Buruh

Isu paling sensitif yang menjadi sorotan utama adalah wacana perubahan status pengemudi menjadi buruh atau pekerja tetap. Menurut URC, kebijakan ini justru dapat memicu gelombang pemutusan hubungan kerja, terutama terhadap pengemudi berusia lanjut dan yang tidak memiliki latar belakang pendidikan formal yang tinggi.

“Kalau sistem ini diterapkan, perusahaan pasti akan ambil langkah efisiensi, dan itu bisa berdampak pada pengurangan jumlah driver,” ujar Achsanul Solihin, Jenderal Lapangan URC Bergerak, dikutip Jumat, 18 Juli 2025.

Baca juga: Bos Grab Indonesia Blak-blakan Bantah Merger dengan GOTO

Ia menekankan bahwa banyak pengemudi ojol berusia di atas 40 tahun yang selama ini menggantungkan hidup dari profesi ini. Bila status buruh diberlakukan, maka mereka bisa tersingkir karena kriteria usia dan pendidikan yang lebih ketat.

“Kalau jadi pekerja, pasti akan ada batasan usia, ada batasan ijazah. Banyak kawan-kawan kita yang tidak masuk kriteria. Itu realitasnya di lapangan,” lanjutnya.

Transparansi Potongan Penghasilan Juga Dituntut

Tuntutan lain yang diangkat adalah penolakan terhadap skema pemotongan 10 persen dari penghasilan oleh aplikator.

Meski di permukaan terlihat lebih rendah dibanding potongan sebelumnya yang bisa mencapai 20 persen, URC menilai bahwa komponen ini berpotensi merugikan pengemudi jika tidak disertai transparansi penggunaan dana.

Baca juga: Asosiasi Ojol Ini Pilih Potongan Komisi 20 Persen daripada 10 Persen, Apa Alasannya?

Saat ini, regulasi yang berlaku adalah Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 667 Tahun 2022 yang memperbolehkan potongan maksimal 15 pesen ditambah 5 persen untuk program kesejahteraan mitra.

Namun, menurut para pengemudi, manfaat dari potongan tersebut belum benar-benar dirasakan.

Desak Perppu Ojek Online

Selain itu, URC juga mendesak Presiden Prabowo untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Ojek Online. Selama ini, belum ada satu regulasi khusus yang mengatur secara menyeluruh tentang status dan perlindungan pengemudi ojol.

Hal itu menyebabkan tumpang tindih kewenangan antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kominfo.

Baca juga: Ojol hingga Penjual Pulsa Dikecualikan dari Pajak E-Commerce, Simak Aturan Lengkapnya

Para pengemudi mengaku kerap kebingungan saat menyampaikan aspirasi ke DPR karena tidak ada kejelasan institusi mana yang berwenang menangani isu ketenagakerjaan ojol.

Aksi ini menjadi penanda bahwa pengemudi ojol, sebagai bagian penting dari ekonomi digital, menuntut kejelasan hukum dan kebijakan yang tidak hanya menguntungkan aplikator, tetapi juga melindungi mereka sebagai pekerja informal yang rentan terhadap perubahan sistem tanpa jaring pengaman. (*) Alfi Salima Puteri

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

3 mins ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

10 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

11 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

12 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

12 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

12 hours ago