Majalah Infobank

Rating BPR Versi Infobank 2022: 391 BPR Raih Predikat “Sangat Bagus”

Jakarta – Otot-otot industri bank perkreditan rakyat (BPR) terlihat mulai pulih di 2021. Tekanan akibat pandemi COVID-19 sudah berkurang. Hal itu tecermin dari hasil kerja tahun lalu. Makanya, tak salah jika menyebut bankir-bankir bank rural bisa sedikit tersenyum kala menutup tahun kerja 2021. Sebab, hasilnya lebih baik daripada 2020.

Berdasarkan data Biro Riset Infobank (birI), fungsi intermediasi yang dijalankan bank-bank rural di 2021 sudah lebih baik ketimbang tahun sebelumnya. Walau, memang, belum menguat sepenuhnya seperti tahun-tahun sebelum pandemi.

Di 2021 industri BPR nasional yang diwakili 1.468 bank menyalurkan kredit Rp116,58 triliun. Secara tahunan, kredit itu tumbuh 5,25%. Dibandingkan dengan 2020, pertumbuhan kredit 2021 jauh lebih baik. Di 2020 kredit industri BPR tercatat tumbuh 1,83%.

Sementara, di sisi funding, industri BPR menghimpun dana pihak ketiga (DPK) Rp117,01 triliun di 2021 atau tumbuh 10,23%. Pertumbuhan DPK ini juga jauh lebih baik daripada 2020 yang tercatat 3,52%. Dengan gambaran sekilas dari sisi fungsi intermediasi itu, dapat dikatakan bahwa industri BPR nasional mulai menginjak gas lebih dalam.

Profitabilitas sebagai hasil akhir juga terlihat menggembirakan. Perolehan laba industri ini mulai kembali menebal, setelah di 2020 pertumbuhan laba terkoreksi 16,07%. Di 2021 industri BPR mencetak pertumbuhan laba 3,58% atau menjadi Rp3,01 triliun.

Namun, di balik kinerja 2021 yang sudah lebih baik dibandingkan dengan 2020, masih ada persoalan yang harus diselesaikan industri BPR, yakni kualitas kredit yang relatif masih memerah. Tahun lalu non performing loan (NPL) gross industri BPR tercatat 6,72%. Memang sudah lebih baik atau menurun dari 7,22% di 2020. Hanya, NPL yang di atas 5% ini sudah terjadi sejak lima tahun terakhir. Sementara NPL net sebesar 4,37%.

Karena itu, ke depan bankir-bankir BPR mesti mampu menjinakkan NPL sekaligus mendorong pertumbuhan kredit agar lebih terakselerasi, supaya buku industri BPR lebih kinclong. Walau, hal itu memang tak mudah karena begitu banyak pemain di pasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pasar yang selama ini menjadi ladang utama BPR-BPR.

Berkaitan dengan kinerja bank-bank rural di 2021, Biro Riset Infobank kembali menerbitkan hasil rating BPR dengan tajuk “Rating 391 BPR Versi Infobank 2022”.

Hasilnya, meski dalam situasi yang belum pulih sepenuhnya, tetap ada BPR-BPR yang membukukan kinerja cemerlang. Pada rating BPR kali ini, sebanyak 391 BPR berhasil mendapat predikat “sangat bagus”. Siapa saja mereka? Simak laporan lengkapnya di Majalah Infobank No.532, edisi Agustus 2022. (Red)

Informasi pemesanan/pembelian majalah, hubungi Sirkulasi Infobank: 0852-8802-0094, 0815-9960-459 Email: sirkulasi@infobank.co.id Majalah Infobank versi digital: www.infobankstore.com

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

6 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

6 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

9 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

12 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

17 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

18 hours ago