Rating 118 BUMN Versi Infobank 2021, BUMN Mana Tetap Sehat di Masa Pandemi?

Jakarta – Menurut Biro Riset Infobank, ada empat kategori perusahaan BUMN saat ini. Satu, perusahaan yang sehat serta menguntungkan dan tetap sehat dan mencetak untung di saat pandemi COVID-19. Diantaranya Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Telkomunikasi Indonesia, Djakarta Lloyd, Pelayanan Nasional Indonesia, Perhutani, Jamkrindo, Jasa Tirta, Kawasan Industri, Wijayakusuma, Pegadaian, Pupuk Indonesia, dan Semen Indonesia.

Dua, perusahaan yang sebelumnya sehat dan untung tapi menjadi kurang sehat serta merugi karena dampak pandemi COVID-19, seperti Hutama Karya, Angkasa Pura I, Angkasa Pura 2, Sarinah, Damri, KAI, dan TWC Borobudur Prambanan dan Ratu Boko.

Tiga, perusahaan BUMN yang sebelumnya tidak sehat menjadi mulai sehat karena melakukan efisiensi dan transformasi. Seperti Krakatau Steel, RNI, Perusahaan Perdagangan Indonesia. Perusahaan di kelompok ini harus membuktikan diri bahwa perbaikan kinerja keuangannya bukan karena polesan di atas kertas pada akhir tahun ini dan tahun depan.

Empat, perusahaan BUMN duafa karena dari sebelum ada pandemi COVID-19 sudah merugi sampai sekarang, seperti Industri Gelas, Kertas Kraft Aceh, dan Merpati Nusantara Airlines.

Kementerian BUMN sendiri sudah memasukan perusahaan-perusahaan BUMN dalam kluster dead-weight, yaitu perusahaan dalam keadaan tidak sehat dan belum memiliki arah yang jelas antara penciptaan nilai ekonomi dan nilai sosial. Pada awal menjabat Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan opsi terhadap kategori perusahaan ini adalah dikonsolidasikan atau ditutup.

Sementara, perusahaan-perusahaaan BUMN di bidang infrastruktur, konstruksi, kawasan, dan pergudangan, yang sebelum pandemi COVID-19 mengalami negative net worth karena utangnya lebih besar dari asetnya, justru mengalami perbaikan solvabilitas di tengah pandemic. Misalnya Perumnas dari 232,81% menjadi 90,63%, Wijaya Karya dari 139,49% menjadi 75,54%, Pembangunan Perumahan dari 136,78% menjadi 73,81%, Adhi Karya dari 123,77% menjadi 85,37%, Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam dari 488,75% menjadi 47,53%, Kawasan Industri Wijayakusama dari 230,62% menjadi 25,27%, dan Banda Ghara Reksa dari 158,25% menjadi 33,49%.

Penurunan rasio utang terhadap aset tak serta merta langsung menyehatkan kondisi keuangan karena ada tekanan dari sisi pendapatan yang membuat profitabitasnya tergerus. Misalnya Hutama Karya, Waskita Karya, dan Perumnas yang mengalami kerugian pada 2020.

Selain itu, masih 33 perusahaan BUMN yang rasio utang dibanding aktivanya di atas 80% pada 2020. Bahkan, 12 perusahaan negative net worth seperti Industri Nuklir Indonesia, Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI), Garuda Indonesia, DOK dan Perkapalan, Kertas Kraft Aceh, Kertas Leces, Pengembangan Armada Niaga Nasional, dan Survei Udara Penas.

Rendahnya solvabilitas sejumlah perusahaan BUMN pun sudah terlihat pada tahun-tahun sebelum pandemi COVID-19 sebagai indikator sejumlah BUMN itu tidak mampu mencetak revenue yang memadai agar bisa membiayai seluruh kewajibannya.

Lalu bagaimana kinerja 118 perusahaan BUMN menurut hasil riset Biro Riset Infobank 2021? Mengapa BUMN perlu diguyur dana APBN hingga Rp148,70 triliun pada anggaran 2021 dan 2022? Selengkapnya baca Majalah Infobank Nomor 521 September Juli 2021. (KM)

Evan Yulian

Recent Posts

OTT KPK di Bea Cukai: Eks Direktur P2 DJBC Ditangkap, Uang Miliaran-Emas 3 Kg Disita

Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More

4 hours ago

Istana Bantah Isu 2 Pesawat Kenegaraan untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More

4 hours ago

BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More

4 hours ago

Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More

5 hours ago

BTN Ungkap Penyebab NPL Konstruksi Tinggi, Fokus Bereskan Kredit Legacy

Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More

5 hours ago

Risiko Bencana Tinggi, Komisi VIII Minta Anggaran dan Sinergi Diperkuat

Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More

5 hours ago