Poin Penting
- IIF meraih tiga penghargaan internasional atas pembiayaan infrastruktur berkelanjutan dan inovasi sekuritisasi syariah
- IIF menghimpun dana Rp655,5 miliar lewat penerbitan obligasi dan surat berharga perpetual
- IIF memperkuat peran dalam memobilisasi modal swasta untuk proyek infrastruktur berkelanjutan.
Jakarta – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia. Sepanjang Juli 2026, IIF meraih tiga pengakuan internasional bergengsi yang memperkuat posisinya sebagai lembaga pembiayaan infrastruktur dengan fokus pada keberlanjutan.
Ketiga penghargaan tersebut meliputi FinanceAsia Awards 2026 untuk kategori The Biggest Sustainable Impact – Nonbank Financial Institution pada 25 Juni 2026, Asian Banking and Finance (ABF) Corporate and Investment Banking Awards 2026 untuk kategori Innovative Deal of the Year pada 2 Juli 2026, serta ADB 2025 Project Implemented Award for Outstanding Social Safeguard Implementation pada 9 Juli 2026.
Baca juga: IIF Dukung Pendidikan Inklusif bagi Pelajar Disabilitas
Apresiasi atas Pembiayaan Infrastruktur Berkelanjutan
Penghargaan dari FinanceAsia diberikan atas keberhasilan IIF menciptakan dampak berkelanjutan yang terukur melalui pembiayaan infrastruktur berwawasan iklim, penerapan perlindungan lingkungan dan sosial yang kuat, peningkatan akses inklusif terhadap layanan dasar, inovasi keuangan berkelanjutan, serta tata kelola ESG yang solid.
Sementara itu, penghargaan dari ABF diberikan atas dukungan IIF terhadap transaksi sekuritisasi infrastruktur syariah pertama di Indonesia melalui Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah (KIK EBA Syariah) yang diterbitkan oleh klien di sektor jalan tol.
Adapun penghargaan dari Asian Development Bank (ADB) diberikan atas keberhasilan implementasi program Leveraging Private Infrastructure Investment senilai USD50 juta.
Masuk Lima Besar ASEAN Risk Awards 2026
Selain tiga penghargaan tersebut, IIF juga terpilih sebagai salah satu dari lima perusahaan terbaik untuk kategori Environmental & Social Risk Management (ESRM) Pioneer Award pada ASEAN Risk Awards 2026.
Pencapaian ini mencerminkan penguatan kapasitas IIF dalam pengelolaan risiko lingkungan dan sosial yang semakin menjadi perhatian utama investor global.
Himpun Dana Rp655,5 Miliar
Untuk memperkuat kapasitas pembiayaan, IIF telah menyelesaikan penerbitan obligasi senilai Rp435,5 miliar dan surat berharga perpetual senilai Rp220 miliar.
Obligasi diterbitkan dalam tiga tenor, yakni 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun, dengan rata-rata kupon sekitar 7,4 persen per tahun. Sementara itu, surat berharga perpetual menawarkan imbal hasil sebesar 8 persen per tahun.
Sebagian besar instrumen tersebut, sekitar 83 persen, diserap oleh perusahaan manajemen aset dan asuransi. Sisanya berasal dari korporasi, investor ritel, dana pensiun, dan perbankan.
Baca juga: Langkah Strategis IIF dalam Mendukung Ekonomi Digital
IIF Dorong Mobilisasi Modal Swasta
Presiden Direktur & Chief Executive Officer IIF, Rizki Pribadi Hasan menjelaskan, penghargaan internasional dan pendanaan baru ini akan membantu IIF meningkatkan layanan kepada klien serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Hal ini menjadi penyemangat bagi IIF untuk terus mendukung Pemerintah, sponsor proyek, pemberi pinjaman, dan investor dalam merealisasikan proyek infrastruktur yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat,” ujar Rizki dikutip 14 Juli 2026.
Dia melanjutkan, IIF memosisikan diri sebagai pelengkap bagi industri keuangan dan pasar modal. Peran perseroan adalah membantu memobilisasi modal swasta untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia, termasuk pada sektor konektivitas, infrastruktur digital, dan kesehatan.
“IIF bermitra dengan berbagai pelaku usaha, regulator, investor domestik dan asing, serta lembaga khusus yang dibentuk Pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan. IIF juga berperan sebagai mitra yang andal dan terpercaya bagi investasi langsung asing,” tambah Rizki.
Fokus pada Sektor Prioritas
Dengan dukungan permodalan yang lebih kuat dan pengakuan internasional yang terus bertambah, IIF menargetkan peningkatan solusi pembiayaan, layanan advisory, dan mitigasi risiko untuk membantu klien merealisasikan proyek infrastruktur berkelanjutan di berbagai sektor prioritas nasional.
Sektor yang menjadi fokus antara lain konektivitas, infrastruktur digital, kesehatan, serta proyek-proyek yang mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia. (*)


