Raih Kontrak Rp146,85 Miliar, Waskita Karya Garap Proyek RSUD di Kubu Raya

Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) kembali mendapat kepercayaan untuk mengerjakan proyek rumah sakit.

Kali ini, Waskita menggarap proyek peningkatan kelas RSUD Tuan Besar Syarif Idrus dengan kontrak senilai Rp146,85 miliar.

Proyek tersebut akan berlangsung kurang dari satu tahun dan didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025.

Dalam proyek tersebut, Waskita bertanggung jawab atas Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun Peningkatan Kelas Rumah Sakit guna mendukung Program KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi) di RSUD Tuan Besar Syarif Idrus, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Proyek tersebut menambah daftar proyek Waskita di sektor kesehatan. Sebelumnya, pada Februari 2025, Waskita juga mendapatkan kontrak renovasi RSUD Akhmad Berahim Tana Tidung, Kalimantan Utara, senilai Rp164,75 miliar. Proyek tersebut juga ditargetkan rampung dalam waktu kurang dari setahun.

Baca juga: Kejar Target 70 Persen, Ini Strategi Waskita Karya Tingkatkan Kinerja Operasional

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menegaskan bahwa sebagai BUMN konstruksi, Waskita terus mendukung upaya pemerintah dalam membangun infrastruktur, termasuk peningkatan fasilitas kesehatan.

“KJSU merupakan program Kementerian Kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan untuk penyakit prioritas nasional, melalui kerja sama dengan rumah sakit dan penguatan jejaring rujukan. Maka, suatu kebanggaan bagi Waskita dapat terus terlibat dalam menyukseskan program prioritas pemerintah,” ujar Ermy dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 20 Maret 2025.

Desain Modern dengan Sentuhan Budaya Lokal

Ia juga menjelaskan, Waskita akan melakukan pembaruan desain gedung serta sejumlah fasilitas di RSUD Kabupaten Kubu Raya. Gedung ini nantinya akan memiliki luas total 6.795 meter persegi dengan empat lantai.

Dalam proyek ini, Waskita mengusung konsep New and Modern Healthcare Centre in Kubu Raya yang memadukan teknologi medis mutakhir (Healthcare Centre), keindahan alam Sungai Kapuas (Natural Beauty), budaya lokal Kubu Raya (Cultural Belonging), serta lingkungan yang nyaman dan menenangkan (Healing Journey).

Baca juga: Begini Strategi Waskita Karya (WSKT) Genjot Transformasi Berkelanjutan

Selain itu, desain bangunan akan menampilkan unsur tradisional Dayak, seperti ukiran kayu, anyaman bambu, dan berbagai motif khas daerah.

“Konsep arsitektur RSUD Kubu Raya mengusung pendekatan yang berpusat pada pasien dengan menggabungkan aspek fungsional, estetika, dan keberlanjutan. Kemudian desain bangunannya mengedepankan tata letak yang intuitif, ruang tunggu nyaman, dan privasi pasien terjaga,” imbuhnya.

Efisiensi dan Keberlanjutan dalam Desain

Konsep tersebut menekankan efisiensi operasional melalui penerapan teknologi modern dan alur kerja optimal melalui konfigurasi ruang yang efisien.

Selain itu, prinsip keberlanjutan diterapkan melalui penggunaan energi yang efisien dan integrasi ruang terbuka hijau untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.

Adapun RSUD Kubu Raya nantinya akan memiliki lima zona utama, yaitu:

  1. Zona Penerimaan Pasien, mencakup ruang pendaftaran, ruang tunggu, dan ruang informasi.
  2. Zona Pelayanan Medis, terdiri dari ruang pemeriksaan, ruang tindakan, ruang operasi, ICU, HCU, NICU, Cathlab, radiologi, serta laboratorium farmasi.
  3. Zona Rawat Inap, meliputi ruang rawat inap umum dan ruang rawat inap khusus.
  4. Zona Penunjang, mencakup Central Sterile Supply Department (CSSD), ruang utilitas, kamar jenazah, dan ruang penyimpanan.
  5. Zona Umum, terdiri dari ruang tunggu keluarga, kantin, serta ruang pertemuan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Harga Emas Fluktuatif, Bank Mega Syariah Dorong Nasabah Optimalkan Strategi “Buy the Dip”

Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More

8 hours ago

60 Siswa Sakit Diduga akibat MBG, BGN Minta Maaf dan Suspend SPPG Pondok Kelapa

Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More

13 hours ago

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

16 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

21 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

21 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

23 hours ago