Yuki Kawauchi, pelari maraton asal Jepang, saat ditemui di sela-sela Welcome Dinner menjelang Maybank Marathon Bali 2025, Jumat malam, 22 Agustus 2025. (Foto: M. Adrianto)
Gianyar – Nama Yuki Kawauchi sudah tidak asing di telinga penggemar maraton. Pelari asal Jepang ini dikenal rajin mengikuti ratusan lomba maraton di berbagai belahan dunia, bahkan memenangkan sejumlah kompetisi bergengsi.
Kepada Infobanknews, Yuki bercerita bahwa dirinya kerap menyisihkan sebagian hadiah lomba maraton yang dimenangkannya untuk menjaga kondisi fisik.
“Jadi saya menyisihkan uang saya untuk perawatan diri. Misalnya untuk pergi ke rumah sakit atau pergi ke fisioterapis,” ujar Yuki di sela-sela Welcome Dinner menjelang Maybank Marathon Bali 2025, Jumat malam, 22 Agustus 2025.
Menariknya, meskipun berstatus atlet kelas dunia, Yuki mengaku tidak selalu mendapat sponsor ketika hendak mengikuti lomba maraton di luar negeri.
Ada kalanya, ia tetap ingin ikut serta meski tidak mendapat undangan resmi dari penyelenggara. Dalam kondisi seperti itu, Yuki harus menggunakan uang pribadinya.
“Ketika saya berkompetisi maraton dan tidak diundang, saya harus membayar biaya masuk dan transportasi sendiri. Saya juga harus membayar training camp dari uang sendiri,” katanya.
Baca juga: Bos Maybank Ungkap Alasan Membatasi Jumlah Peserta Maybank Marathon 2025
Yuki menegaskan bahwa motivasi utamanya adalah kecintaan terhadap maraton sekaligus kesempatan berkeliling dunia. Pada Maybank Marathon 2025, ia tampil untuk pertama kalinya di Bali dengan memilih nomor half marathon 21 km.
“Ini merupakan kali pertama saya ke Bali. Saya akan berlari di half marathon. Saya berharap bisa finis di bawah 70 menit. Dan di sini, saya juga ingin menikmati kultur khas Indonesia,” tutupnya.
Yuki Kawauchi adalah pelari maraton asal Tokyo, Jepang, yang dijuluki “Professional Runner”. Julukan itu disematkan karena sejatinya, Yuki merupakan pegawai pemerintahan Jepang yang mengikuti maraton sebagai hobi.
Ia sering membayar kebutuhan maraton menggunakan uang saku dan uang hadiah perlombaan. Perlahan namun pasti, pria kelahiran 1987 ini menjelma sebagai salah satu pelari maraton terkenal di dunia.
Baca juga: Bali Kembali Gelar Maybank Marathon 2025, Diikuti 13.500 Pelari dari 52 Negara
Namanya bahkan masuk ke dalam Guinness World Record, memecahkan rekor sebagai pelari maraton pertama di dunia yang berkompetisi di lebih dari 100 perlombaan, dan mencatatkan waktu di bawah 2 jam 20 menit.
Prestasi terbaiknya adalah berhasil memenangkan puluhan perlombaan maraton di seluruh dunia. Rekor tercepatnya yakni 2 jam 7 menit 27 detik di Lake Biwa Marathon 2021, berhasil menyelesaikan perlombaan di posisi ke-10. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More
Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More
Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More
Poin Penting KPK gelar OTT pegawai DJP Jakarta Utara terkait dugaan pengaturan pajak di sektor… Read More
Poin Penting Pollux Hotels Group menerbitkan obligasi berkelanjutan berperingkat AAA, dengan dukungan penuh CGIF yang… Read More