LSI Denny JA menunjukkan Andra Soni – Dimyati Kusumah unggul dengan perolehan suara 55,15 persen
Jakarta – Pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) nomor urut 2 Pilkada Banten 2024, Andra Soni-Dimyati Natakusumah unggul dari pasangan, Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi dalam hitung cepat atau quick count
Berdasarkan hasil quick count alias hitung cepat Pilkada Banten 2024 versi Charta Politika Indonesia pada 28 November 2024 pukul 09.10 WIB dengan 100 persen suara yang masuk, pasangan Andra Soni-Dimyati Natakusumah unggul dengan perolehan suara 57,52 persen.
Sedangkan pasangan cagub dan cawagub nomor urut 2 Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi hanya memperoleh 42,48 persen.
Baca juga: Pramono-Rano Menang 1 Putaran Versi Quick Count LSI, SMRC dan Charta Politika
Sementara, quick count versi Voxpol Center Research & Consulting menunjukkan hasil yang sama. Pasangan Andra Soni-Dimyati unggul dengan perolehan suara 56,52 persen. Adapun pasangan Airin-Ade mendapatkan 43,48 persen suara.
Diketahui, pasangan calon (paslon) Airin-Ade didukung beberapa partai politik seperti PDIP, Golkar, Partai Buruh, Partai Gelora, Partai Ummat, dan PKN.
Sedangkan partai pengusung paslon Andra-Dimyati, terdiri dari Gerindra, PKS, Demokrat, NasDem, PKB, PAN, PPP, PSI, Garuda dan PSI.
Penting untuk dicatat, quick count sendiri bukanlah hasil resmi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal melakukan rekapitulasi suara secara bertahap dari Rabu (27/11/2024) hingga Senin (16/12/2024).
Adapun, hasil resmi Pilkada Banten 2024 akan menunggu penghitungan suara secara manual oleh KPU. (*)
Editor : Galih Pratama
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More