Jakarta – Bank Indonesia (BI) hingga tahun 2022 ini terus menunjukan perkembangannya terkait inovasi digital terutama pada QR Indonesia Standard (QRIS) yang saat ini telah digunakan di Indonesia maupun negara tetangga salah satunya seperti Thailand.
Steering Committee IFSOC, Dyah N.K. Makhijani, menyoroti hal-hal yang perlu dikembangkan lebih lanjut di tahun 2023, salah satu diantaranya adalah terkait dengan QRIS yang memiliki program-program tourism secara end-to-end.
“Jadi kalau kita tourist kan pasti ada airline, kapal, atau hotel dan sebagiannya, nah ini nanti sudah lebih menyambung dan tentunya disini ini perlu sekali peningkatan join communication,” ucap Dyah di Jakarta, 27 Desember 2022.
Sebagai salah satu contoh negara yang sudah meluncurkan fitur QR Antarnegara ini adalah Thailand, dimana pada fitur tersebut menekankan keunggulan fungsi interoperabilitas antarnegara, sehingga dapat dikembangkan oleh negara-negara tetangga lainnya.
Kemudian, catatan yang selanjutnya adalah fitur dari QR Antarnegara tersebut diharapkan dapat memudahkan para turis atau wisatawan mancanegara yang berwisata ke Indonesia, sehingga dapat lebih menguntungkan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia.
“Mungkin yang turisnya juga banyak ke Indonesia, ada perlu waktu untuk pelaksanaannya perlu waktu untuk kesepakatannya yang kita mengharapkan juga agar diperluas ke negara-negara yang banyak turisnya dari Indonesia,” imbuhnya.
Adapun, hal terakhir QRIS diharapkan juga mampu diperluas ke negara Saudi Arabia, untuk memudahkan para jamaah haji ataupun umrah dari Indonesia yang setiap tahunnya tercatat mencapai sekitar ratusan ribu jamaah.
“Disanalah kita mengharapkan pada saatnya kita juga akan memudahkan WNI yang menjalankan ibadah umroh yang jumlahnya ratusan ribu per tahun bisa menggunakan kebijakannya disana dengan QRIS sehingga lebih efisien juga,” ujar Dyah. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More