Poin Penting
- Sebanyak 21 RSUD tipe C siap diresmikan Presiden pada Mei 2026.
- Rumah sakit dilengkapi tujuh dokter spesialis dasar untuk layanan daerah.
- Program berpotensi serap hingga 33 ribu tenaga kerja hingga 2027.
Jakarta – Pemerintah mempercepat pemerataan layanan kesehatan melalui peningkatan kelas rumah sakit daerah. Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan 21 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C pada Mei 2026.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa rumah sakit tersebut merupakan bagian dari program percepatan peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional.
“Dari total 32 RSUD tersebut, 21 rumah sakit telah siap untuk diresmikan oleh Bapak Presiden, yang direncanakan pada bulan Mei 2026,” ujar Qodari seperti dikutip dari Antara.
Baca juga: Waskita Karya Garap Proyek Rumah Sakit di Maluku, Segini Nilai Kontraknya
Qodari memaparkan, sebanyak 21 RSUD tersebut telah dilengkapi tujuh dokter spesialis dasar, yakni anak, bedah, anestesi, penyakit dalam, obstetri dan ginekologi, radiologi, serta patologi klinik. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk berobat ke kota besar.
Ia menegaskan, program ini menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menargetkan peningkatan kualitas RSUD, terutama di wilayah daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).
“Ini menjadi bagian dari visi besar Presiden Prabowo bahwa setiap warga negara Indonesia, di mana pun mereka berada, berhak mendapatkan layanan kesehatan yang setara dan berkualitas,” kata dia.
Target 66 RSUD dan Serapan Tenaga Kerja
Pemerintah, lanjutnya, menargetkan peningkatan kelas 66 RSUD menjadi tipe C hingga 2027. Rinciannya, 22 RSUD pada 2025, 20 RSUD pada 2026, dan 24 RSUD pada 2027.
Per April 2026, sebagian besar proyek telah mencapai progres signifikan, meski satu RSUD di Kabupaten Kolaka Timur masih menghadapi kendala pembangunan.
“Perlu saya sampaikan secara terbuka bahwa satu RSUD, yaitu Kabupaten Kolaka Timur belum dapat diresmikan karena terjadi kendala pembangunan di lapangan. Namun proses terus berjalan dan saat ini sudah memasuki kontrak tahap 3 dan terus dipantau secara ketat,” terangnya.
Baca juga: Resmi Dilantik Prabowo, Ini Fokus Kerja Hanif Faisol, Hasan Nasbi, dan Qodari
Lebih lanjut, Qodari menuturkan bahwa program ini juga memberikan dampak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja. Setiap RSUD tipe C diperkirakan menyerap 300 hingga 500 tenaga kerja.
“Artinya, ketika 66 RSUD tipe C ini selesai dan beroperasi pada 2027, program ini berpotensi menyerap hampir 20.000 hingga 33.000 lapangan kerja langsung bagi masyarakat,” imbuhnya.
Kurangi Biaya dan Risiko Kesehatan
Selain membuka lapangan kerja, keberadaan RSUD tipe C di daerah diharapkan juga akan menekan biaya transportasi pasien serta mengurangi risiko keterlambatan penanganan medis, terutama di wilayah terpencil.
“Program PHTC Peningkatan Kualitas RSUD adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan bergerak, bukan sekadar berjanji. Di balik setiap rumah sakit yang selesai dibangun, ada masyarakat yang akhirnya mendapatkan hak dasar mereka atas layanan kesehatan yang layak dan bermartabat,” pungkasnya. (*)




