Poin Penting
- OCBC membukukan laba bersih Rp2,7 triliun, naik 6 persen pada semester I 2026.
- Kredit, aset, dan DPK tumbuh 11 persen, dengan rasio NPL gross tetap rendah di level 1,9 persen.
- Wealth management dan layanan digital menjadi motor pertumbuhan, didukung kenaikan transaksi e-channel dan pengguna aktif.
Jakarta – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC; IDX: NISP) kembali berhasil mempertahankan kinerja positif pada 2026. Mengacu kepada laporan keuangan triwulan-II 2026, OCBC berhasil membukukan laba bersih Rp2,7 triliun, tumbuh 6 persen secara tahunan (yoy).
Pertumbuhan laba bersih perseroan ditopang oleh meningkatnya kinerja intermediasi bank di periode tersebut. Hingga Juni 2026, total aset OCBC meningkat 11 persen (yoy) menjadi Rp329,5 triliun.
Pada periode yang sama, total kredit OCBC meningkat double digit sebesar 11 persen (yoy) menjadi Rp185,3 triliun. Pertumbuhan kredit diiringi oleh rasio Non-Performing Loan (NPL)-gross yang rendah, yakni 1,9 persen.
Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh positif, yakni 11 persen (yoy), berada di posisi Rp239,9 triliun. DPK OCBC didominasi oleh dana murah (CASA), yang komponennya terdiri dari tabungan dan giro. Porsinya mencapai 60,5 persen dari total DPK secara keseluruhan.
Baca juga: Investor Muda Makin Aktif, Transaksi Wealth Management Digital OCBC Naik 44 Persen
Tak sampai di sana, OCBC mampu menjaga rasio keuangan bank dalam posisi yang sehat. Permodalan perusahaan kokoh, tecermin dari persentase Capital Adequacy Ratio (CAR) 23,1 persen. Lalu, rasio kecukupan likuiditas (LCR) terjaga di posisi 233,2 persen.
Menurut Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC, kinerja positif pada semester pertama ini semakin memperkuat fondasi OCBC untuk terus bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Kami terus meningkatkan kapabilitas dalam melayani kebutuhan nasabah, termasuk wealth management yang terus berkembang di Indonesia,” ujar Parwati dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 31 Juli 2026.
Baca juga: OCBC Catat Pertumbuhan Wealth Management 29 Persen, Didorong Tren Perencanaan Keuangan
Segmen wealth management menjadi salah satu motor pertumbuhan utama perseroan. Ke depan, OCBC memastikan akan terus terus memperkuat kapabilitas wealth management untuk membantu nasabah mengelola, melindungi, dan menumbuhkan aset sesuai kebutuhan dan aspirasi finansialnya.
Perusahaan juga mencatat, pada semester pertama 2026 ini, total nilai transaksi melalui e-channel berhasil mencatatkan pertumbuhan hingga 15 persen (yoy). Selain itu, pengguna aktif individu internet banking dan OCBC Mobile meningkat sebesar 6 persen (yoy).
Baca juga: Perkuat Layanan Wealth Management, AUM OCBC Tembus Rp120 Triliun
Sedangkan, pengguna aktif OCBC Business untuk nasabah korporasi mengalami peningkatan 23 persen (yoy). Berbekal dukungan ekosistem grup yang kuat, serta memiliki layanan terintegrasi, OCBC menegaskan, perseroan siap mendukung kebutuhan nasabah pada masa mendatang.
“Dengan kapabilitas yang semakin terintegrasi dan didukung kekuatan ekosistem Grup OCBC, kami berfokus menjadi mitra keuangan jangka panjang bagi nasabah dalam mengelola dan menumbuhkan aset secara berkelanjutan,” tutup Parwati. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


