Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam wawancara cegat di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026. (Foto: Irawati)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya miskomunikasi terkait pengadaan ribuan motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Purbaya menjelaskan, dirinya sempat menerima laporan bahwa pengadaan motor listrik untuk SPPG ditolak. Namun, belakangan diketahui sebagian pengadaan tersebut telah disetujui.
“Tahun lalu itu ada miskomunikasi kali dari anak buah saya ke saya, seingat saya, saya tanya sudah ditolak. Tapi ternyata sebagian sudah sempat lolos,” ujar Purbaya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis, 9 April 2026.
Bendahara negara ini menyebut, ada kemungkinan pengadaan ribuan motor listrik tersebut disetujui sebelum dirinya menjabat Menkeu.
“Mungkin juga sudah diajukan sebelum saya jadi menteri, jadi saya enggak tahu,” ungkapnya.
Baca juga: Isu 70 Ribu Motor untuk SPPG Beredar, Kepala BGN: Itu Tidak Benar
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa ke depan tidak akan ada lagi pengadaan motor listrik untuk Kepala SPPG pada tahun ini.
“Tapi nanti kita lihat lagi ke depan, tapi yang jelas ke depan tidak ada lagi,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Purbaya menyatakan bahwa pengajuan pengadaan motor listrik dan komputer untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat diajukan pada tahun lalu, namun ditolak.
“Setahu saya tahun lalu pernah diajukan juga untuk motor dan komputer, kalau nggak salah, ditolak,” ujar Purbaya di Kompleks Kementerian Keuangan, Selasa, 7 April 2026.
Baca juga: Viral Ribuan Motor Listrik untuk Operasional MBG, Purbaya: Tahun Lalu Kita Tolak!
Ia menambahkan, penggunaan anggaran BGN seharusnya difokuskan pada kebutuhan utama, khususnya pemenuhan bahan pangan.
“Yang tahun ini saya nggak tahu. Saya akan double-check lagi. Harusnya sama treatment-nya. Bukan nggak boleh, kita nggak tahu programnya seperti apa, tapi kan harusnya utamanya untuk makanan,” katanya.
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik merupakan bagian dari perencanaan anggaran 2025 untuk mendukung operasional program MBG, khususnya bagi Kepala SPPG.
“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan.
Namun, ia memastikan motor tersebut belum didistribusikan karena masih dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN).
“Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, realisasi pengadaan dilakukan secara bertahap sejak Desember 2025.
Baca juga: BGN Sebut 21.801 Motor untuk SPPG Belum Dibagikan, Ini Alasannya
Sementara itu, terkait kabar yang beredar di media sosial mengenai jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit, Dadan menegaskan informasi tersebut tidak benar atau hoaks.
“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,” tegasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More
Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More
Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More