Poin Penting
- Pemerintah belum akan mengubah asumsi dasar ekonomi makro APBN 2026 meski rupiah melemah.
- Purbaya menyebut dampak pelemahan rupiah terhadap subsidi BBM relatif kecil dibanding kenaikan harga minyak dunia.
- Pemerintah optimistis aliran modal asing masuk akan memperkuat rupiah.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah belum akan mengubah asumsi dasar ekonomi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, meski nilai tukar rupiah sempat tertekan hingga mendekati Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS).
Selain itu, pemerintah juga belum berencana mengubah asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) dalam APBN 2026.
Baca juga: Redam Gejolak Rupiah, Purbaya Sudah Masuk Pasar Obligasi Sejak Pekan Lalu
Purbaya mengatakan pelemahan rupiah memang berdampak terhadap anggaran subsidi energi. Namun, pengaruhnya dinilai tidak sebesar kenaikan harga minyak dunia terhadap subsidi bahan bakar minyak (BBM).
“Dampak pelemahan rupiah relatif kecil terhadap subsidi BBM. Yang besar adalah harga minyak dunia kalau saya nggak salah,” ujar Purbaya dalam APBN Kita, dikutip, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia menjelaskan pemerintah telah melakukan simulasi harga minyak dunia di level USD100 per barel secara rata-rata sepanjang 2026. Karena itu, pemerintah menilai belum perlu melakukan perubahan asumsi APBN.
Baca juga: Target Nilai Tukar Rupiah 2027 Dipatok Rp16.800-Rp17.500
“Jadi saya nggak harus mengubah apa-apa lagi, sudah melakukan penghematan yang sudah kita pikir cukup untuk keadaan sekarang. termasuk rupiah sudah bergeser waktu melakukan simulasi itu. tapi inget rupiah tidak akan bergerak di level ini terlalu lama,” imbuhnya.
Optimistis Rupiah Menguat
Bendahara negara ini juga melihat adanya perbaikan sentimen di pasar obligasi Indonesia. Menurutnya, aliran modal asing mulai kembali masuk ke pasar domestik dan berpotensi memperkuat nilai tukar rupiah.
“Kita lihat ada perbaikan sentimen ke pasar obligasi kan. Dana mulai masuk ke sini dan saya pikir ke depan akan lebih banyak yang masuk sehingga rupiah akan menguat,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


