Moneter dan Fiskal

Purbaya Optimistis Ekonomi Kuartal IV 2025 Tumbuh di Atas 5,5 Persen, Ini Alasannya

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 akan mencapai di atas 5,5 persen.

Purbaya menyebut, optimisme tersebut didorong oleh langkah pemerintah yang tengah fokus memperkuat perekonomian melalui kebijakan ekspansi fiskal, termasuk penempatan dana sebesar Rp200 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta berbagai stimulus ekonomi lainnya.

“Saya yakin akan ada 5,5 persen (pertumbuhan ekonomi). Di atas 5,5 persen triwulan keempat ya,” ujar Purbaya, dikutip, Kamis, 2 Oktober 2025.

Baca juga: Menkeu Purbaya Pastikan Subsidi dan Kompensasi akan Dibayar Oktober 2025

Purbaya mengakui bahwa pada kuartal III 2025, pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan. Namun ia menegaskan bahwa efek dari stimulus dan kebijakan pemerintah baru akan terlihat pada akhir tahun.

“Triwulan yang ketiga mungkin agak lambat karena waktu itu ada kecewaan kan. Tapi triwulan keempat saya yakin pertumbuhannya akan lebih bagus dibanding triwulan-triwulan sebelumnya,” ungkapnya.

Baca juga: Menkeu: Ada Ruang Tumbuh 6,5 Persen, tapi Perbaiki Sistem Ekonomi

Dengan prospek ekonomi yang membaik, Purbaya menyatakan bahwa kepercayaan investor akan meningkat, dan arus masuk modal diperkirakan kembali menguat.

“Ke depan ekonomi Indonesia betul-betul akan membaik, harusnya sih mereka akan masuk ke sini. Karena investor masuk ke sini untuk ikut menikmati kue ekonomi, bukan untuk membangun. Jadi kalau prospek ekonominya bagus, biasanya mereka masuk,” imbuhnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Prabowo Genjot Bedah Rumah 400 Ribu Unit, Sasar Seluruh Daerah

Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More

9 hours ago

Negara Rugi Rp25 Triliun dari Rokok Ilegal, Program Prioritas Terancam

Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More

9 hours ago

CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis

OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More

9 hours ago

DPR Soroti Harga BBM, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Lonjakan Minyak Dunia

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More

9 hours ago

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

10 hours ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

12 hours ago