Poin Penting
- Purbaya meyakinkan investor global bahwa fundamental ekonomi dan arah fiskal Indonesia tetap kuat di tengah isu negatif.
- Investor masih berminat masuk ke Indonesia, namun mencermati stabilitas dan komunikasi pemerintah.
- Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,5% untuk menjaga kepercayaan dan mendorong investasi.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa aktif meyakinkan investor global terkait ketahanan fundamental makroekonomi dan arah kebijakan fiskal Indonesia dalam pertemuan di New York dan Washington DC, Amerika Serikat (AS).
“Pada dasarnya kita jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,” kata Purbaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.
Sejumlah investor yang hadir antara lain HSBC Global Asset Management, Lazard AM, BlackRock, Lord Abbett, dan TD Asset Management.
Baca juga: Purbaya Temui Investor di AS, Beberkan Kondisi dan Strategi Fiskal RI
Purbaya mengungkapkan investor global tetap menunjukkan minat untuk menanamkan modal di Indonesia. Namun, mereka masih mencermati kondisi terkini, khususnya terkait kenyamanan berinvestasi.
Untuk itu, pemerintah menegaskan berbagai kebijakan fundamental guna memastikan Indonesia tetap memiliki lanskap ekonomi yang menarik bagi investasi.
“Jadi mereka (investor) nggak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar,” ujarnya.
Selain itu, Purbaya mengaku menerima masukan agar pemerintah meningkatkan komunikasi dengan investor, khususnya dari AS. Hal ini dinilai penting untuk mengimbangi persepsi negatif yang beredar, meski fundamental ekonomi Indonesia dinilai kuat.
Investor juga menilai arah kebijakan fiskal Indonesia sudah tepat. Bahkan, menurut Purbaya, beberapa investor menganggap penilaian lembaga pemeringkat internasional terlalu dini.
“Seperti pemberian outlook yang negatif, di mana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum terlalu lengkap,” tambahnya.
Baca juga: Bos BI: Investor Global Nilai Positif Stabilitas Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Jadi Kunci
Untuk memperkuat kepercayaan investor, pemerintah menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi sesuai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 diperkirakan berada di kisaran 5,5 persen. Jika tren ini berlanjut pada kuartal II, pemerintah optimistis minat investasi akan meningkat.
“Jadi kita fokus memastikan bahwa kebijakan kita benar, implementasinya kita sesuai dengan desain yang kita buat,” tuturnya. (*)







