Moneter dan Fiskal

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026

Poin Penting

  • Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi dari periode sama 2025 yang sebesar Rp104,2 triliun (0,43 persen PDB).
  • Kenaikan defisit dipicu strategi percepatan dan pemerataan belanja di awal tahun, dengan realisasi belanja kuartal I mencapai 21,2 persen dari pagu (di atas rata-rata historis 17 persen).
  • Hingga kuartal I 2026, belanja negara Rp815 triliun (31,4 persen) dan pendapatan Rp574,9 triliun (tumbuh 10,5 persen), dengan dorongan belanja diproyeksikan menopang pertumbuhan ekonomi.

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Defisit APBN sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB. Jadi ketika ada defisit masyarakat jangan kaget, memang anggaran kita didesain defisit,” ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin, 6 April 2026.

Purbaya menjelaskan, defisit di kuartal I 2026 memang terpantau lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal itu disebabkan karena pemerintah membelanjakan anggaran lebih merata di sepanjang tahun agar tidak menumpuk pada akhir tahun. Adapun defisit Maret 2025 tercatat sebesar Rp104,2 triliun atau 0,43 persen dari PDB.

Baca juga: Purbaya Pastikan APBN Tetap Terkendali, Tak Ada Anggaran Morat-marit

“Kalau saya belanjakan lebih merata sepanjang tahun kan harusnya di kuartal pertama sekarang lebih besar dibanding kuartal I tahun lalu defisitnya. Itu sesuatu yang normal, tapi yang jelas kita monitor terus selama setahun akan seperti apa pendapatannya dan belanjanya. Jadi kita amat berhati-hati dalam mempertimbangkan hal ini,” ungkapnya.

Bendahara negara ini menjelaskan, secara historis rata-rata belanja di kuartal I sekitar 17 persen terhadap APBN. Sementara di kuartal I 2026 penyerapan belanja telah mencapai 21,2 persen.

Baca juga: Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun

“Ini by design percepatan belanja seperti yang saya bilang tadi, anggaranya sudah ada, Kementerian/Lembaga (K/L) kerja lebih cepat. Ini akan memberikan kontribusi yang kuat pada pertumbuhan PDB di kuartal I 2026 diperkirakan 5,5 persen atau lebih,” ungkapnya.

Hingga kuartalI 2026 belanja negara terealisasi sebesar Rp815 triliun atau 31,4 persen. Sementara, pendapatan negara mencapai Rp574,9 triliun atau meningkat 10,5 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Dapat Restu Prabowo, Purbaya Mau Caplok dan Ubah PNM jadi Bank UMKM

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More

10 mins ago

Rawan Kejahatan Siber, CIMB Niaga Perkuat Keamanan OCTO Biz dengan Sistem Berlapis

Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More

44 mins ago

Permudah Akses Investasi, KB Bank Syariah Hadirkan Deposito iB Online

Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More

1 hour ago

Banggar DPR Tolak Pemangkasan Subsidi BBM di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More

2 hours ago

Pemerintah Batasi Tiket Pesawat Naik 9-13 Persen, Gelontorkan Subsidi Rp2,6 T

Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More

2 hours ago

IHSG Masih Ditutup Melemah 0,53 Persen ke Level 6.989, Mayoritas Sektor Merah

Poin Penting IHSG Melemah 0,53 persen dan ditutup di level 6.989,42 dengan mayoritas saham dan… Read More

2 hours ago