Poin Penting
- PIP akan diperkuat untuk memperluas pembiayaan UMKM yang hanya tumbuh 1,62 persen pada Juli 2026
- Purbaya menilai kredit UMKM belum merata dan meminta PIP lebih kreatif mendorong KUR melalui BRI dan PNM
- LPEI didorong mendukung UMKM ekspor agar semakin berdaya saing di pasar global.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan menggenjot Pusat Investasi Pemerintah (PIP) untuk memperluas akses pembiayan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang masih tumbuh minim.
Berdasarkan data Bank Indonesia, kredit di segmen UMKM hanya tumbuh 1,62 persen di Juli 2026.
PIP merupakan lembaga di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang memiliki tugas melaksanakan koordinasi di bidang pembiayaan UMKM sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Baca juga: BI Catat Kredit ‘Nganggur’ Tembus Rp2.548 Triliun di Juli 2026
“Saya mau itu galakin lagi PIP, PIP kan khusus UMKM. Selama ini kan nyalurinnya lewat KUR BRI, PNM, jadi PIP, BRI, PNM (untuk dorong kredit UMKM),” ujar Purbaya saat ditemui di Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.
Meski demikian, Purbaya mengakui bahwa penyaluran kredit ke segmen UMKM belum merata. Sehingga, dia akan memanfaatkan PIP untuk memperkuat penyaluran KUR yang ada di BRI maupun PNM.
Purbaya menyatakan, dirinya akan memanggil jajaran PIP untuk penyampaian rencana mereka ke depannya dalam menyalurkan kredit bagi UMKM.
“Jadi ke depan saya akan, nggak lama lagi saya panggil mereka, akan lihat rencana mereka seperti apa sebetulnya. Kalau cuma nitipin uang aja emang gampang kan, keenakan entar, jadi saya minta nanti PIP lebih kreatif lagi untuk mendorong UMKM nanti,” ungkapnya.
Baca juga: BI Soroti Realisasi Kredit UMKM yang Masih Seret
Sementara dari sisi ekspor, Purbaya akan mendorong Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk mendukung UMKM berdaya saing di kancah global.
“Kalau yang bertujuan ekspor saya minta juga nanti LPEI untuk dukung juga, bisa nggak-nya UMKM saya nggak tau. Nanti saya bisa pastikan itu bisa terjadi ya,” tukasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


