Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa selepas konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (27/1). (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat realisasi penerimaan pajak per 31 Januari 2026 telah mencapai Rp116,2 triliun atau tumbuh 30,8 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Penerimaan pajak tersebut setara 5,2 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN( 2026 yang sebesar Rp2.357,7 triliun.
“Penerimaan pajak tumbuh tinggi capai 30,8 persen secara tahunan,” kata Purbaya rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu, 4 Februari 2026.
Baca juga: IAI Ungkap Kunci Wujudkan Target Penerimaan Pajak Rp2.357,7 Triliun di 2026
Purbaya menjelaskan, penerimaan pajak yang tumbuh tinggi tersebut ditopang pertumbuhan penerimaan bruto sebesar 7 persen yoy dan penurunan signifikan restitusi sebesar 23 persen yoy. Sementara, pertumbuhan neto terjadi pada seluruh jenis pajak.
“Pertumbuhan berasal dari kenaikan penerimaan bruto 7 persen, serta penurunan signfikan restitusi hingga 23 persen yoy. Sehingga seluruh jenis pajak mencatatkan tumbuh positif secara neto,” jelasnya.
Baca juga: Purbaya Sebut Tak Sulit Perkuat Rupiah Jadi Rp15.000 per Dolar AS, Ini Alasannya
Adapun, realisasi pendapatan negara hingga 31 Januari 2026 penerimaan negara sebesar Rp172,7 triliun atau tumbuh 9,8 persen yoy.
Angka tersebut setara dengan 5,5 persen terhadap pagu APBN 2026 yang ditargetkan sebesar Rp3.153,6 triliun.
“Alhamdulilah, hingga 31 Januari 2026, realisasi penerimaan negara Rp172,7 triliun atau tumbuh 9,8 persen secara tahunan,” ungkapnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Program prioritas MBG dan KDMP tetap berjalan tanpa pemangkasan anggaran. Efisiensi dialihkan ke… Read More
Poin Penting BEI menetapkan libur bursa selama lima hari kerja pada 18–24 Maret 2026 terkait… Read More
Poin Penting Investor berpengalaman melihat penurunan harga aset kripto sebagai kesempatan membeli aset undervalued, terutama… Read More
Oleh Mahendra Siregar, Pengamat Geopolitik SEPANJANG sejarah 100 tahun terakhir, Amerika Serikat (AS) tidak pernah… Read More
Poin Penting PT Bank Raya Indonesia Tbk mencatat penyaluran kredit digital Rp28,75 triliun pada 2025… Read More
Poin Penting Tugure merenovasi atap Panti Asuhan Al Arif di Serang yang sebelumnya rusak dan… Read More