Moneter dan Fiskal

Purbaya Beberkan Penerimaan Pajak Januari 2026 Capai Rp116,2 T, Tumbuh 30,8 Persen

Poin Penting

  • Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy, setara 5,2 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.
  • Kinerja positif pajak ditopang kenaikan penerimaan bruto 7 persen yoy dan penurunan restitusi signifikan 23 persen yoy, sehingga seluruh jenis pajak tumbuh positif secara neto.
  • Penerimaan negara secara keseluruhan mencapai Rp172,7 triliun, tumbuh 9,8 persen yoy, atau 5,5 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat realisasi penerimaan pajak per 31 Januari 2026 telah mencapai Rp116,2 triliun atau tumbuh 30,8 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Penerimaan pajak tersebut setara 5,2 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN( 2026 yang sebesar Rp2.357,7 triliun.

“Penerimaan pajak tumbuh tinggi capai 30,8 persen secara tahunan,” kata Purbaya rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu, 4 Februari 2026.

Baca juga: IAI Ungkap Kunci Wujudkan Target Penerimaan Pajak Rp2.357,7 Triliun di 2026

Purbaya menjelaskan, penerimaan pajak yang tumbuh tinggi tersebut ditopang pertumbuhan penerimaan bruto sebesar 7 persen yoy dan penurunan signifikan restitusi sebesar 23 persen yoy. Sementara, pertumbuhan neto terjadi pada seluruh jenis pajak.

“Pertumbuhan berasal dari kenaikan penerimaan bruto 7 persen, serta penurunan signfikan restitusi hingga 23 persen yoy. Sehingga seluruh jenis pajak mencatatkan tumbuh positif secara neto,” jelasnya.

Baca juga: Purbaya Sebut Tak Sulit Perkuat Rupiah Jadi Rp15.000 per Dolar AS, Ini Alasannya

Adapun, realisasi pendapatan negara hingga 31 Januari 2026 penerimaan negara sebesar Rp172,7 triliun atau tumbuh 9,8 persen yoy.

Angka tersebut setara dengan 5,5 persen terhadap pagu APBN 2026 yang ditargetkan sebesar Rp3.153,6 triliun.

“Alhamdulilah, hingga 31 Januari 2026, realisasi penerimaan negara Rp172,7 triliun atau tumbuh 9,8 persen secara tahunan,” ungkapnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Pemerintah Efisiensi Anggaran K/L, MBG dan KDMP Tetap Jalan Meski Risiko Perang AS-Iran

Poin Penting Program prioritas MBG dan KDMP tetap berjalan tanpa pemangkasan anggaran. Efisiensi dialihkan ke… Read More

4 mins ago

Libur Bursa 2026: BEI Tutup Perdagangan 18-24 Maret saat Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BEI menetapkan libur bursa selama lima hari kerja pada 18–24 Maret 2026 terkait… Read More

13 mins ago

Investor Kripto Harus Simak, Ini 5 Strategi Wajib Hadapi Bear Market

Poin Penting Investor berpengalaman melihat penurunan harga aset kripto sebagai kesempatan membeli aset undervalued, terutama… Read More

18 mins ago

Pengaruh Perang Iran terhadap Politik Pemilihan Legislatif Sela AS

Oleh Mahendra Siregar, Pengamat Geopolitik SEPANJANG sejarah 100 tahun terakhir, Amerika Serikat (AS) tidak pernah… Read More

25 mins ago

Bank Raya Paparkan Kinerja 2025, Transformasi Bank Digital Kian Menguat

Poin Penting PT Bank Raya Indonesia Tbk mencatat penyaluran kredit digital Rp28,75 triliun pada 2025… Read More

1 hour ago

Renovasi Atap Panti Asuhan di Serang, Tugure Tegaskan Komitmen CSR Berkelanjutan

Poin Penting Tugure merenovasi atap Panti Asuhan Al Arif di Serang yang sebelumnya rusak dan… Read More

2 hours ago