Pulihkan Ekonomi, AFPI dan HIPMI Tingkatkan Penyaluran Modal Usaha UMKM Bali

Pulihkan Ekonomi, AFPI dan HIPMI Tingkatkan Penyaluran Modal Usaha UMKM Bali

Pulihkan Ekonomi, AFPI dan HIPMI Tingkatkan Penyaluran Modal Usaha UMKM Bali
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Bali – Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia (AFPI) berkolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali untuk mendorong dan mengakomodir kebutuhan akses permodalan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kolaborasi ini guna memperkenalkan peran Fintech Pendanaan Bersama yang dapat menjadi alternatif solusi modal maupun pendanaan bagi pengusaha Indonesia dan pelaku UMKM.

UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Jumlah UMKM di Indonesia yakni sebesar 64,19 juta, di mana komposisi Usaha Mikro dan Kecil sangat dominan yakni 64,13 juta atau sekitar 99,92% dari keseluruhan sektor usaha. Data menyebutkan sekitar 46,6 Juta UMKM belum memiliki akses kredit, hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang besar terhadap industri Fintech Pendanaan Bersama untuk mengisi gap kebutuhan kredit tersebut.

Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali mencatat adanya 340 ribu UMKM Bali pada 2021, pertumbuhan yang tumbuh secara signifikan terhadap UMKM provinsi Bali tersebut juga menjadi tantangan serta peluang tersendiri atas kebutuhan akses modal usaha. Fokus Fintech Pendanaan untuk pengembangan UMKM menjadi penting, lantaran besarnya kontribusi terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan datanya, kontribusi UMKM mencapai 61,07% untuk PDB dan 97% untuk pembukaan lapangan kerja.

Ketua Umum AFPI sekaligus Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi mengatakan, kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk komitmen dan antusiasme para pelaku Fintech Pendanaan Bersama untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan digital bagi UMKM, khususnya menjadi wadah untuk menjawab kebutuhan akses alternatif modal kerja maupun pendanaan demi scale up bisnis seluruh jajaran anggota Badan Pengurus Daerah Area Bali HIPMI selaku pengusaha muda.

Saat ini tercatat 102 penyelenggara Fintech Pendanaan Bersama telah berizin OJK dan merupakan anggota AFPI. Dalam ekosistem Fintech Pendanaan Bersama terdapat 3 klaster pembiayaan, yaitu produktif, multiguna dan syariah. Data statistik OJK mencatat, industri fintech lending secara konsisten berkontribusi menyalurkan pinjaman kepada pengguna hingga Rp343,86 triliun per Maret 2022 dengan rata rata pendanaan untuk UMKM dalam 1 tahun terakhir (sektor produktif) sebesar 56,5% dari total jumlah pendanaan.

“Kami sangat menyambut baik kegiatan G20 dan arahan presiden untuk mendorong pemulihan ekonomi dengan harapan kolaborasi pendanaan melalui Fintech Pendanaan Bersama, khususnya untuk pengusaha mikro yang tergabung dalam HIPMI Bali,” ujar Ketua BPP HIPMI Bidang 2 Keuangan dan Perbankan, Anggawira dikutip 19 Mei 2022.

Dalam Kolaborasi ini, AFPI bersama HIPMI Bali pun menggelar Business Matching & Exploration Session pada 11 Mei 2022 lalu. Kegiatan ini merupakan inisiatif AFPI untuk berperan aktif dalam kegiatan G20 dalam menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan para penyelenggara Fintech Pendanaan Bersama. “Business Matching & Exploration Session ini digelar sebagai rangkaian side event G20 serta key agenda dari AFPI dengan harapan fintech ini dapat menjadi peranan untuk economy recovery khususnya ekonomi provinsi Bali,” jelas Adrian.

Gelaran Business Matching & Exploration Session ini bertujuan agar AFPI dan para anggotanya dapat memberikan informasi terkait produk Fintech Pendanaan Bersama produktif yang dapat digunakan usahawan dalam pengembagan bisnis. Selain itu juga ditujukan untuk memberikan edukasi akan persyaratan dalam pengajuan pinjaman. Tak hanya itu saja, kegiatan business matching diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang status legalitas perusahaan Fintech Pendanaan Bersama yang berizin, legal dan aman untuk dijadikan mitra.

Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan (PKSK) Adi Budiarso dalam sambutannya mengatakan, AFPI, sebagai asosiasi yang bekerjasama dengan pemerintah terus mewujudkan visi Indonesia sebagai Financial Sector 2045, salah satunya melalui peran fintech dengan harapan pertemuan regulator, daerah dan pelaku bisnis bisa bersinergi mendorong literasi, inklusi dan pendalaman sektor keuangan. Khususnya dalam pemberdayaan perempuan, anak muda, digitalisasi bisnis bagi pembangunan inklusif dan sustainable.

“Saat ini anggota HIPMI Bali secara keseluruhan sudah mencapai 700 pengusaha yang tersebar di seluruh Indonesia dengan berbagai macam bidang usaha seperti food & beverage, fashion, technology startup,  property, handicraft dan lain lain,” tambah Ketua Umum BPD HIPMI Bali Agus Pande Widura. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]