PTPP Optimis Arus Kas Operasi Positif di Akhir 2017

PTPP Optimis Arus Kas Operasi Positif di Akhir 2017

Kontrak baru PTPP pada Febuari 2018 mencapai senilai Rp2,86 triliun.
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) memperkirakan arus kas operasi perseroan akan berada di jalur positif hingga akhir 2017. Hal itu sejalan dengan siklus bisnis industri kontruksi di Indonesia.

Perseroan menargetkan arus kas operasi positif sebesar Rp1,7 triliun sampai dengan 31 Desember 2017, atau tumbuh bila dibanding pencapaian sebesar Rp986 miliar di akhir 2016.

Selama sembilan bulan pertama di 2017, PTPP telah mencetak arus kas operasi sebesar negatif Rp1,5 triliun, atau turun bila dibanding pencapaian sejak Januari hingga Juni tahun ini yang mencapai negatif Rp2,1 triliun. Hal tersebut memperjelas, bahwa perseroan mampu mencetak arus kas yang positif sepanjang Januari-September di tahun ini

Direktur Utama PTPP, Tumiyana mengatakan, arus kas operasi yang negatif pada semester I 2017 dikarenakan siklus yang normal dan bisnis akan membaik pada semester II. Sebab, mulai meningkatnya penyerapan anggaran belanja pemerintah dan pengeluaran belanja modal BUMN.

“Di tengah melesatnya perkembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia dan persaingan industri konstruksi yang semakin tinggi, manajemen selalu menjaga baik kinerja operasional dan posisi finansial tetap solid dan terkendali, sehingga akhirnya PTPP berhasil membukukan arus kas operasi positif dalam 5 tahun terakhir,” ujar Tumiyana, dalam keterangan resminya, Senin, 11 Desember 2017.

Dari sisi lain, dia mengaku, PTPP memiliki total utang berbunga (Interest Bearing Debt) sebesar Rp8,2 triliun, bila dibandingkan dengan total kas dan setara kas termasuk investasi jangka pendek sebesar Rp6,4 triliun, total ekuitas sebesar Rp12,5 triliun, dan total aset sebesar Rp35,3 triliun.

Dengan demikian, total utang berbunga PTPP masih berada jauh di bawah 1x (kali) baik dibandingkan dengan totak aset maupun ekuitas perseroan. Posisi ini juga menunjukkan tingkat leverage manajemen yang sangat terkendali dengan rasio gearing dan net gearing masing-masing sebesar 0,66x dan 0,15x per 30 September 2017.

Sementara itu, EBITDA PTPP selama 9 Bulan 2017 telah mencapai Rp1,8 triliin, atau naik sebesar 45 persen secara year-on-year dibandingkan Rp1,2 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Bila pencapaian EBITDA tersebut dibandingkan dengan Total Utang Berbunga, Perseroan memiliki rasio Debt-to-EBITDA dan Net Debt-to-EBITDA secara 12 bulan berjalan masing-masing sebesar 3,13x dan 0,70x.

“Selain itu, kami juga memiliki rasio EBITDA interest coverage sebesar 7,53x per 9 Bulan 2017 dibandingkan pencapaian sebesar 6,38x per 9 Bulan 2016,” pungkas Tumiyana. (*)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]