PT PP; Cari utangan. (Foto: Sahamrajawali.com)
Jakarta – PT PP Tbk atau PT PP siap rights issue untuk menambah modalnya. Hal itu setelah memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk proses penambahan modal melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) I atau Rights Issue.
“Komitmen para pemegang saham dalam proses rights issue PT PP merupakan bukti dukungan yang kuat kepada Perseroan dalam memperkuat permodalan Perseroan saat ini,” kata Direktur Utama Perseroan, Tumiyana di Jakarta, Kamis, 1 Desember 2016.
PT PP siap rights issue sejumlah 1.357.460.854 (satu miliar tiga ratus lima puluh tujuh juta enam ratus enam puluh ribu delapan ratus lima puluh empat) lembar saham baru Seri B atau 21,89% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan PMHMETD dengan Harga Pelaksaan (Exercise Price) sebesar Rp3.250,- (tiga ribu dua ratus lima puluh rupiah) per lembar saham.
Setiap Pemegang Saham yang namanya terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan atau Recording Date tanggal 06 Desember 2016 pukul 16.00 WIB bahwa setiap pemegang 500.000 (lima ratus ribu) lembar saham lama berhak atas 140.163 (seratus empat puluh ribu seratus enam puluh tiga) HMETD dimana setiap 1 (satu) HMETD berhak untuk membeli 1 (satu) Saham HMETD dengan nilai nominal Rp100,- (seratus rupiah) per saham dengan Harga Pelaksanaan. Periode perdagangan akan dilaksanakan selama 5 (lima) hari kerja, yaitu mulai tanggal 08 – 15 Desember 2016. (Selanjutnya : Dana hasil right issue untuk mendukung proyek infrastruktur pemeirntah)
Page: 1 2
Poin Penting Bank BPD Bali mengingatkan nasabah meningkatkan kewaspadaan karena momentum pencairan THR dan meningkatnya… Read More
Poin Penting Waskita Karya (WSKT) mengerjakan pembangunan gedung baru seluas 8.438 m² senilai Rp217,97 miliar,… Read More
Poin Penting BTN dorong transformasi beyond mortgage untuk menjadi bank dengan layanan perbankan lengkap Proses… Read More
Poin Penting Konsolidasi perusahaan asuransi BUMN mulai memasuki tahap persiapan teknis di bawah koordinasi IFG… Read More
Poin Penting Pemerintah salurkan dana TKD Rp147,7 triliun hingga Februari 2026 (21,3 persen dari pagu),… Read More
Poin Penting Lonjakan harga minyak dunia berpotensi melebar defisit APBN 2026 di atas 3 persen,… Read More