Poin Penting
- IIM dan Makmur meluncurkan program U-DETECT Jakarta untuk meningkatkan literasi iklim dan STEM siswa melalui sensor cuaca berbasis IoT.
- Sebanyak 30 siswa SMAN 48 Jakarta dilibatkan sebagai “detektif cuaca” untuk memantau dan menganalisis kondisi lingkungan secara langsung.
- Program kolaborasi dengan U-INSPIRE Indonesia ini menjadi wujud investasi berdampak sosial yang mendukung pendidikan dan keberlanjutan.
Jakarta – PT Insight Investments Management (IIM) bersama Makmur dan U-INSPIRE Indonesia meluncurkan program Jakarta Weather Detective (U-DETECT Jakarta) di SMAN 48 Jakarta. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi iklim, sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM) bagi generasi muda melalui pendekatan berbasis teknologi.
Sebanyak 30 siswa yang terbagi dalam 15 kelompok dilibatkan secara aktif dalam pemantauan lingkungan menggunakan sensor cuaca berbasis Internet of Things (IoT). Para siswa mempelajari cara kerja sensor, mengumpulkan data suhu dan kelembapan secara real time, hingga menganalisis kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.
Melalui pendekatan citizen science, para siswa berperan sebagai “detektif cuaca” yang tidak hanya memahami teori perubahan iklim dan fenomena Urban Heat Island (UHI), tetapi juga terlibat langsung dalam proses observasi dan pengolahan data. Sebanyak 15 sensor cuaca ditempatkan di rumah siswa dan satu sensor dipasang di lingkungan sekolah untuk menghasilkan data mikroklimat yang lebih representatif.
Baca juga: Menebak Arah Kenaikan Suku Bunga Acuan BI
Direktur PT Insight Investments Management, Ria M. Warganda, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengelola investasi yang bertanggung jawab dan berdampak bagi masyarakat.
“Kami percaya investasi tidak hanya menghasilkan manfaat finansial, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Ria.
“Melalui program U-DETECT, kami ingin mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki literasi iklim, kemampuan analisis data, dan kepedulian terhadap isu keberlanjutan yang semakin penting di masa depan,” lanjutnya.
Baca juga: Ekonomi Hijau Jadi Kunci Daya Saing Indonesia di Tengah Krisis Iklim
Chief Investment Officer PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur), Stefanus Dennis Winarto, menilai program tersebut menunjukkan bahwa investasi dapat berkontribusi langsung terhadap sektor pendidikan dan lingkungan.
“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa investasi tidak hanya membantu masyarakat membangun masa depan keuangan, tetapi juga mendukung berbagai inisiatif yang bermanfaat bagi lingkungan dan pendidikan. Sama seperti investasi yang bertumbuh melalui compounding, kontribusi kecil yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menghasilkan dampak yang semakin besar dari waktu ke waktu,” ujar Stefanus.
“U-DETECT Jakarta menjadi salah satu contoh bagaimana partisipasi investor dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” sambungnya.
Latih Kemampuan Analisis dan Kolaborasi
Selama masa pemantauan, para siswa melakukan pengamatan terhadap kondisi cuaca dan lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka. Hasil pengamatan tersebut kemudian dipresentasikan pada akhir program untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi.
Program ini dijalankan bersama Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) sebagai mitra pengelola dan U-INSPIRE Indonesia sebagai mitra pelaksana.
“Melalui kolaborasi ini, U-DETECT Jakarta diharapkan dapat menjadi model edukasi yang dapat direplikasi di berbagai sekolah lainnya, serta dapat berkontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, aksi terhadap perubahan iklim, dan pembangunan kota yang berkelanjutan,” ujar Ketua Pengurus Yayasan U-INSPIRE Indonesia, Giovanni Cynthia. (*)


