Poin Penting
- EF EFEKTA menunjuk 10 EF Ambassador 2026 untuk menginspirasi peningkatan kemampuan bahasa Inggris masyarakat.
- Indonesia masih berada di peringkat ke-80 EF English Proficiency Index 2025 dan masuk kategori kemampuan rendah.
- EF EFEKTA menghadirkan pembelajaran hybrid dan teknologi AI untuk mendukung pengembangan SDM yang kompetitif.
Jakarta – Kemampuan bahasa Inggris kini menjadi salah satu keterampilan penting yang dibutuhkan generasi muda Indonesia untuk dapat bersaing di tingkat global.
Dan sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang siap bersaing di tingkat global, EF EFEKTA English for Adults baru saja mengumumkan 10 siswa terpilih sebagai EF Ambassador 2026.
Para ambassador ini berasal dari beragam latar belakang profesi dan industri, serta telah menunjukkan bagaimana kemampuan berbahasa Inggris yang lebih fasih dan profesional dapat membuka peluang baru dalam karier, pendidikan, maupun pengembangan diri.
Baca juga: Perkuat Pengembangan SDM, EF EFEKTA Gandeng 10 Education Ambassadors di Indonesia
Menurut EF English Proficiency Index (November 2025), dari 123 negara yang mengikuti survei, Indonesia berada di ranking ke 80. Hal ini menunjukkan jika Indonesia masih termasuk dalam kategori bahasa Inggris berkemampuan rendah dan memerlukan dukungan pendidikan bahasa Inggris lebih optimal agar dapat bersaing secara global.
Salah satu visi Indonesia Emas 2045 dalam menciptakan kesempatan dan akses yang sama bagi setiap masyarakat dari Sabang hingga Merauke juga selaras dengan EF EFEKTA, yaitu menyediakan akses pembelajaran yang lengkap dan dapat diaplikasikan langsung ke dunia nyata (kerja).
“Keberadaan program pembelajaran seperti yang dihadirkan EF EFEKTA dinilai dapat menjadi bagian dari solusi untuk membantu masyarakat Indonesia meningkatkan keterampilan komunikasi internasional, membuka peluang pendidikan global, hingga memperluas kesempatan karir di perusahaan multinasional maupun industri digital,” ungkap President Director EF EFEKTA English for Adults, Johan Wilhelmsson, dalam keterangan resmi, Senin, 15 Juni 2026.
Hadirkan Konsep All in One Course
Johan menerangkan, mengusung konsep “All in One Course”, EF EFEKTA menghadirkan sistem pembelajaran komprehensif yang memadukan belajar sesuai preferensi tiap siswa, misalnya kelas face to face, belajar mandiri (self study), kelas aplikatif life clubs, kelas online privat, serta kelas online interaktif bersama teman-teman dari seluruh dunia yang tentunya didampingi oleh pengajar internasional bersertifikat.
Model ini dirancang untuk membantu pelajar dari usia 18 tahun ke atas, khususnya dewasa dan profesional dari latar belakang berbeda meningkatkan kemampuan bahasa Inggris secara efektif dan fleksibel.
Baca juga: Gita Wirjawan: Penguasaan Bahasa Inggris jadi ‘Nilai Jual’ Tenaga Kerja RI
EF EFEKTA juga menawarkan model pembelajaran hybrid yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern, terutama para profesional dengan mobilitas tinggi.
”Program ini mengombinasikan pembelajaran tatap muka di center dengan pengalaman belajar tatap muka secara online bersama pengajar internasional yang dilengkapi dengan persiapan kelas berbasis AI yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja,” sebut Johan.
Manfaatkan AI untuk Personalisasi Pembelajaran
Selain itu, EF EFEKTA menghadirkan platform hyperclass, sebuah ruang kelas online modern dan imersif yang memungkinkan siswa mendapatkan pengalaman belajar lebih interaktif. Dukungan teknologi AI pada platform ini membantu personalisasi proses belajar, pemberian feedback, dan tranparansi reviu kemajuan belajar sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa.
“Teknologi telah mengubah cara jutaan siswa belajar bahasa Inggris. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Indonesia dapat mengakses pendidikan berkualitas dengan cara yang lebih fleksibel dan relevan dengan perkembangan zaman,” sambung Sales and Marketing Director EF EFEKTA English for Adults, Stefany Yacop Tjahyadi. Steven Widjaja


