Jakarta – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) telah menerapkan 60% cashless untuk pembayaran klaim mereka. Program cashless ini akan menjadi budaya transaksi di Prudential. Demikian disampaikan President Director Prudential Indonesia Jens Reisch.
“Our future will be cashless. Semua klaim cashless, tanpa terkecuali untuk kesehatan. Ini untuk pelayanan jauh lebih baik kepada nasabah. Lalu, juga untuk proses administrasi dokumen yang dibayar langsung oleh rumah sakit supaya lebih efisien,” ujar Jens, pada webinar yang diadakan Infobank dengan tajuk “Managing The Unexpected; Lessons for Insurance Industry by Learning from Failure Cases to Reach Sustainable Performance during Pandemic Covid-19”, Jumat, 6 Agustus 2021.
Melalui program PRUMedical Network, Prudential memberikan pelayanan cashless dengan jaringan luas dan kualitas terpercaya. Hingga 31 Juli 2021, PRUMedical Network mencatat telah ada 1,4 juta kebijakan kesehatan dengan rata-rata 19 ribu klaim per bulannya. Ini sekaligus menjadikannya program asuransi kesehatan pertama di Indonesia yang melayani isolasi mandiri dengan cashless benefit.
“Anda bisa menggunakan QR code kalau masuk ke rumah sakit, sehingga proses administrasi bisa lebih mudah. Kita juga punya recovery service, dan bekerja sama dengan Halodoc serta partner lainnya, kita benar-benar ingin lakukan ini bukan hanya untuk nasabah, tapi juga untuk umum,” tekannya.
Ia berkata, hingga kini di Indonesia telah ada 8 juta orang yang mengunduh aplikasi mobile kesehatan Prudential “Pulse”, serta 24 juta orang mengunduhnya di seluruh Asia dan Afrika. Tiga tahun ke depan, ia berharap, pengunduh aplikasi Pulse dapat mencapai 20 juta orang di Indonesia.
“Ini bukan hanya tentang physical dan mental wellness, tapi juga spiritual wellness, karena terdapat feature PRUShalira, yakni halal lifestyle center yang juga ada zakat calculator di dalamnya,” terangnya.(*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More
Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More