Jakarta – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memperkenalkan aplikasi mobile di bidang kesehatan yang berbasis teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dengan nama Pulse.
Chief Executive Insurance Prudential Corporation Asia, Lilian Ng menjelaskan, teknologi mendorong kami untuk membuat layanan kesehatan yang terjangkau dan mudah diakses oleh semua orang, terutama masyarakat Indonesia.
“Pulse melengkapi program Pemerintah Indonesia dalam hal memperluas akses ke layanan kesehatan yang terjangkau, serta meningkatan kesadaran masyarakat Indonesia akan pola hidup sehat,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020.
Sementara itu, President Director Prudential Indonesia Jens Reisch mengungkapkan, ini adalah wujud komitmen Perseroan guna menyediakan layanan dengan pengalaman yang lebih baik dan disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.
“Pulse memanfaatkan teknologi mutakhir, kemitraan strategis dengan para pelaku industri terkemuka, serta pengembangan konten untuk kebutuhan pengguna dengan cara yang personal dan lebih interaktif,” tambah Jens.
Selain itu, pengenalan aplikasi ini juga sebagai langkah sosialisasi Prudential terkait asuransi terhadap masyarakat. “Kami terus melakukan sosialisasi bagi masyarakat, karena pangsa pasar asuransi di Indonesia masih terbilang rendah,” tutup Jens. (*) Bagus Kasanjanu
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More
Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More