Poin Penting
Jakarta – Prudential Indonesia terus memperkuat distribusi produk melalui jalur bancassurance, seiring tren industri yang menunjukkan dominasi kanal ini dalam perolehan premi.
Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat kontribusi bancassurance masih menjadi yang terbesar dengan porsi sekitar 40 persen dari total premi industri asuransi jiwa.
Memanfaatkan momentum tersebut, Prudential menggandeng UOB Indonesia untuk meluncurkan produk proteksi tradisional PRUInfinity, yang dirancang untuk kebutuhan warisan finansial lintas generasi.
Produk ini menawarkan manfaat pertanggungan mulai Rp3 miliar dengan proteksi yang dapat meningkat hingga 250 persen dan manfaat tunai yang bisa diwariskan kepada ahli waris.
Baca juga: Survei Prudential Ungkap Warga RI Ngaku Tunda Perawatan Kesehatan, Ini Alasannya
Menurut Vice President Director Prudential Indonesia, Vikas Sinha, bancassurance kini menjadi salah satu kanal penting bagi Prudential untuk memperluas jangkauan nasabah.
“Bancassurance adalah kanal distribusi yang termasuk tinggi dari UOB, meskipun agency yang lebih besar,” ujarnya saat ditemui usai acara peluncuran PRUInfinity di Jakarta, Senin (29/9).
Lebih lanjut, Vikas memaparkan porsi distribusi antara agency dan bancassurance dalam bisnis Prudential.
“Pada persentase, 65:35 persen. Tapi kami mencoba untuk menyeimbangkannya dan mencoba untuk menjadikan bancassurance lebih penting,” ungkapnya.
PRUInfinity diposisikan sebagai produk andalan di kanal bancassurance. Dengan perlindungan hingga usia 100 tahun, premi singkat 3 atau 6 tahun, serta akses tanpa pemeriksaan kesehatan untuk pertanggungan hingga Rp12 miliar, Prudential ingin memperkuat kontribusi kanal ini dalam portofolio bisnisnya.
Baca juga: Lewat Program Ini, Prudential Ajak Perempuan hingga Kaum Disabilitas Melek Finansial
Dari sisi perbankan, Consumer Banking Director UOB Indonesia, Cristina Teh Tan menyebut kemitraan ini sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan nasabah dalam perencanaan keuangan jangka panjang.
“UOB Indonesia percaya bahwa kebutuhan keuangan masa kini dan masa depan untuk menjaga keberlanjutan sebuah generasi keluarga perlu didukung dengan solusi yang relevan dan terintegrasi,” tuturnya. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting BCA Digital raih laba Rp213,4 miliar, ditopang DPK Rp14,3 triliun (+22%) dan kredit… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More