Ekonomi dan Bisnis

Proyek Tol Layang Jakarta-Cikampek Dapat Kredit Sindikasi Rp11,36 T

Jakarta – Proyek ruas tol Jakarta-Cikampek II Elevated (layang) mendapat kucuran kredit sindikasi senilai Rp11,36 triliun. Sebanyak 16 bank dan lembaga keuangan menandatangani kerjasama kredit sindikasi untuk proyek yang pengelolaan dan konsensinya dipegang PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JCC) tersebut.

Kredit sindikasi ini melibatkan lembaga keuangan konvesional dan syariah. Di mana porsi pembiayaan konvensional senilai Rp8,9 triliun dan melibatkan 9 bank serta lembaga keuangan, yakni Bank Mandiri, BCA, BNI, Bank CIMB Niaga, BRI, Bank BJB, Bank DKI, Sarana Multi Infrastuktur (SMI), dan Indonesia Infrastructure Finance (IIF).

Sementara pembiayaan syariah sebesar Rp2,4 triliun dikucurkan oleh 7 lembaga keuangan, yakni Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, BCA Syariah, BNI Syariah, Maybank Syariah, Sarana Multi Infrastruktur unit Syariah, dan CIMB Niaga Syariah.

Baca juga: Mandiri Kucurkan Rp2,1 Triliun Untuk Tol Jakarta-Cikampek Elevated

“Proyek sepanjang 36,84 kilometer ini memerlukan investasi Rp16,32 triliun. Progres konstruksi saat ini sudah mencapai 40,29%. Karena kita menggunakan sistem turn key jadi kontraktor yang lebih dulu membiayai. Targetnya ruas tol Jakarta-Cikampek II Elevated ini bisa beroperasi April 2019 mendatang,” kata Direktur Utama Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JCC) Joko Dwiyono, usai penandatanganan kerja sama kredit sindikasi di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa 31 Juli 2018.

Dalam kerja sama ini, JCC menjaminkan hak pengelolaan ruas tol elevated Jakarta-Cikampek, termasuk seluruh pendapatan dari operasional tol. Total nilai jaminannya mencapai Rp16,2 triliun.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengungkapkan, kredit sindikasi ini adalah yang terbesar untuk proyek tol. Proyek jalan tol layang ini juga merupakan yang terpanjang.

“Pengerjaannya 24 bulan. Hari ini pekerjaan fisik sudah 40% baru tanda tangan perjanjian pinjaman. Pengerjaan konstruksi dan pembiayaan ternyata bisa berjalan paralel lewat skema contractor pre financing (CPF) ini,” imbuh Herry. (Ari A)

Risca Vilana

Recent Posts

Begini Instruksi Presiden Prabowo Usai Trump Kenakan Tarif Impor 32 Persen ke RI

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran Kabinet Merah Putih untuk melakukan langkah strategis dalam… Read More

8 hours ago

PM Kanada: Kebijakan Tarif Trump Rugikan AS Sendiri

Jakarta - Tarif baru yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS) diyakini akan mengubah perdagangan global… Read More

13 hours ago

IHSG Diproyeksi Makin Gelap Efek Tarif Impor Baru AS

Jakarta - Pemberlakuan tarif impor baru Amerika Serikat (AS) berpotensi memberikan tekanan besar terhadap pasar… Read More

14 hours ago

Tarif Baru Trump Diberlakukan, Menkeu AS Sarankan Negara Lain Tak Melawan

Washington - Menteri Keuangan Amerika Serikat (Menkeu AS), Scott Bessent menyarankan negara-negara yang terdampak tarif… Read More

14 hours ago

Tarif Trump 32 Persen Hantam RI, Rupiah Terancam Tembus Rp17.000

Jakarta - Guru Besar Bidang Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB), Didin S. Damanhuri membeberkan sejumlah… Read More

16 hours ago

Trump Kenakan Tarif 32 Persen ke RI, Sinyal Bahaya bagi Industri Lokal

Jakarta – Presiden Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal hingga 54 persen terhadap lebih dari 60 negara mitra… Read More

17 hours ago