Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) pada Senin, 21 Juli 2025, di Bentangan, Klaten, Jawa Tengah. Peluncuran Kopdes ini bertujuan memberdayakan ekonomi rakyat dan memperkuat kemandirian desa.
Diketahui, Kopdes Merah Putih akan mendapatkan akses pembiayaan dari bank-bank pelat merah atau Badan Usaha Milik Bersama (BUMN), seperti BRI (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan BNI (BBNI), dengan plafon kredit hingga Rp3 miliar dan suku bunga 6 persen per tahun.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan bahwa dengan pembiayaan Kopdes melalui bank-bank BUMN tersebut, diharapkan dapat berlangsung secara konsisten diiringi oleh penerapan tata kelola yang baik yang dapat mendukung kesejahteraan sosial, sehingga dapat berdampak positif ke saham-saham perbankan BUMN.
Baca juga: Dukung Kopdes Merah Putih, BSI Siapkan Pendampingan
Ia menambahkan, jika penerapan tata kelola terlaksana dengan baik dapat berdampak positif pada net interest margin (NIM) perbankan, kredit macet atau non-performing loan (NPL) dapat terjaga, dan saham-saham perbankan pelat merah juga terkerek naik.
“Karena jika sebaliknya tidak menerapkan tata kelola yang baik, untuk Koperasi Merah Putih, takutnya ini akan menjadi beban bagi sektor perbankan, ketika pada waktu itu suku bunga tinggi, likuiditas terbatas,” ucap Nafan kepada media dikutip, Kamis, 24 Juli 2025.
Terkait dengan target harga saham, Nafan mematok untuk harga saham BMRI masih dapat menguat hingga Rp7.175. Sedangkan, saham BBRI ditargetkan pada posisi Rp4.630 hal ini disebabkan kinerja BBRI yang masih cukup di bawah estimasi dan tertekan oleh beban NPL, serta likuiditas terbatas.
“Apalagi BRI juga fokus ke sektor UMKM, yang di mana pada saat itu juga terbebani oleh adanya dinamika, makroekonomi domestik yang relatif kurang kondusif, ini juga berkaitan dengan faktor daya beli,” imbuhnya.
Baca juga: Resmikan 80 Ribu Kopdes Merah Putih, Ini Pesan Presiden Prabowo
Adapun, menjelang penutupan perdagangan sesi II hari ini sektor keuangan menjadi salah satu sektor yang menguat sebanyak 3,07 persen, dengan saham-saham pelat merah juga mengalami peningkatan, antara lain:
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More